Saya mengikuti setiap episode Sinetron Galih dan Ratna, namun tidak menonton film yang versinya pertamanya, versi Rano Karno-Yesi Gusman. Betapa "Nisa ABG" langsung jatuh hati pada pemuda sederhana bernama Galih yang mengayuh sepeda ontelnya menuju SMA, serta kagumnya kepada sosok Ratna, anak seorang Bangsawan Yogya yang anggun, santun, dan baik hati. Namun saya tidak akan membahas versi tersebut, kali ini saya akan mengupas tentang film Galih dan Ratna, remaja tahun 2016. Galih yang sederhana dan mempesona diperankan oleh bintang pendatang baru, Refal Hadi. Sedangkan Ratna diperankan oleh bintang baru juga, yaitu Sheryl Sheinafia.
Adalah Ratna, seorang remaja Jakarta yang terpaksa pindah ke Bogor karena ayahnya harus bekerja dan menetap di luar negeri sehingga harus dititipkan kepada tantenya di Bogor. Awalnya Ratna menolak, ia memilih untuk bisa tetap tinggal di Jakarta. Mungkin, untuk remaja jakarta seperti Ratna, pindah ke sebuah kota kecil bukan ibukota (walaupun Bogor tidak jauh dari Jakarta), harus beradaptasi dan memulai bergaul dengan lingkungan baru adalah suatu hal yang berat.
Hari pertama di sekolah barunya, Ratna bertemu dengan Galih. Bagi Ratna, Galih ini unik, tidak seperti laki-laki lain. Iya, karena Galih adalah murid beasiswa yang pintar, masuk kategori nerd, namun menyita perhatiannya. Dan Galih itu klasik, di tahun 2016, saat musik banyak diputar secara digital melalui mp3 player dan smartphone, Galih masih mendengarkan musik melalui pemutar kaset : walkman. Dan saat semua remaja memiliki sosial media bernama instagram, Galih satu-satunya yang tidak punya instagram. Ia hanya sesekali berkicau melalui twitter.
Hingga kemudian Ratna berkenalan dengan Galih, dan Galih mulai menyambut perasaan Ratna. Kedua remaja yang dilanda asmara itu menjalankan hari-hari sekolahnya dengan penuh suka cita. Ratna bahkan makin betah di Bogor karena Galih. Namun kisah asmara keduanya tak semulus kisah-kisah dongeng. Ada hal-hal yang merintangi hubungan keduanya. Bagaimana Galih dan Ratna menjalankan hubungan percintaan mereka? Bagaimana Galih dan Ratna menjalankan toko "Nada Musik" yang tadinya mau dijual oleh Ibu Galih untuk menopang kehidupan mereka?
Udah, nonton aja. Hehehe.
Buat saya, kisah Galih dan Ratna (2017) ini cukup sederhana, namun mengobati rindu saya pada Sosok Galih dan Ratna yang pernah saya tonton sebelumnya. Kalau dulu bersetting di kota Jogjakarta, kali ini mengambil tempat di Bogor. Kalau dulu Orang tua Ratna adalah Bangsawan, kali ini orang tua Ratna adalah pengusaha. Dan saya sangat terobati pada saat scene pertama (untuk surprise, tidak akan saya bocorkan ya, hehehe). Bagaimana remaja saat ini memandang sebuah permasalaan dan cara mereka mengatasi permasalahan adalah salah satu yang saya suka. Saat Ratna memberikan saran bagaimana agar "Nada Musik" bisa menghasilkan pemasukan, dipadu dengan cara Galih me-remake "Nada Musik", buat saya itu adalah hal yang bisa kita pelajari dari generasi sekarang. Ya, gap generasi, suatu hal yang nyata namun pasti, perlu dijembatani dan dipahami bersama, agar kita lebih bijaksana memandang bagaimana generasi remaja sekarang berpikir. Berasa udah tua, ya Nis? :)
Melihat banyak barang-barang generasi 90-an juga mengobati kangen saya. Hayo ngaku, siapa yang dulu doyan membuat kaset-kaset rekaman dan dibuat kompilasi alias mixtape? Saya? Iya, saya juga. Melihat tumpukan kaset di "Nada Musik" dari mulai the Beatles, Vina Panduwinata, Dewa 19, dll membuat mata saya terbuka lebar. Iiihh, kangeeenn.. Yup, Galih dan ratna (2017) ini membuat saya bernostalgia sekaligus menggabungkan dengan sesuatu yang kekinian.
Semakin penasaran? Silahkan datangi jaringan bioskop XXI dan CGV di kota anda. Kalau di Jakarta, seperti beberapa film indonesia, tidak masuk semua bioskop, namun cukup banyak juga yang memutarkan film ini. As usual, cek aja dulu di www.21cineplex.com atau www.cgv.id untuk cek jadwal dan bioskop nya. Atau mengintip official trailernya dulu juga boleh
![]() |
| GAC, yang mengisi OST Galih dan Ratna |
![]() |
| Ratna_Ratna_Galih_Galih |
Selamat bernostalgia :)
Nisa Rachma, pengagum Galih dan Ratna.
*All picture are taken from google (except the ticket picture) with keyword : Galih dan Ratna
#GalihdanRatna2017
#GalihdanRatna
#IndonesianMovie
#FilmIndonesia
#FilmAnakNegeri








No comments:
Post a Comment