Tuesday, December 20, 2016

Mari lari bersama NRC Jakarta

Halo, hallooo..

Kembali menulis dipenghujung tahun 2016. Agak malu memang, karena sepanjang tahun ini saya hanya menulis tak lebih dari jumlah jari dalam satu tangan. Entah, demotivasi sekali rasanyaaa.. Saya merasa sangat tidak produktif, hiks. Banyak yang terjadi sepanjang tahun ini membuat saya berkontemplasi. Ok, cukup! Bukan dipostingan ini saya akan berkontemplasi, tapi saya akan menceritakan kegiatan produktif yang saya lakukan selama 3 bulan kebelakang, yaitu L A R I. Yup, alhamdulillah saya melakukan kegiatan yang produktif, hohoho..

Sebenernya saya bukan orang yang menyukai olahraga, saya tidak atletis sama sekali. Dan karena ketidak-atletis-an tersebut, saya tidak cakap dalam berolahraga. Olahraga yang saya bisa lakukan hanya dua, bersepeda dan berlari, tapi tidak dengan serius. Maksudnya tidak secara profesional, gitu. Saya melakukannya sebagai kesenangan atau cara menghabiskan waktu dan mendekatkan diri kepada bapak saya (bapak fans berat bersepeda #gariskeras ). Dan selepas kuliah saya melakukan kedua olahraga tersebut juga tidak secara rutin. Saya mulai tidak bersepeda dan hanya berlari, berlari dalam arti sebenarnya, bukan lari dari kenyataan. Tapi tidak mengelak kok, karena ada kalanya saya berlari karena "lari dari kenyataan". Hehehe.

Biasanya saya berlari di GBK, atau kadang-kadang di CFD. Tapi saya kurang suka di CFD, karena terlalu ramai. Saya tidak bisa berlari. Boro-boro lari, berjalan saya suliittt.. Selain itu jadwal ngaji saya bentrok dengan jadwal CFD. Dan ditambah lagi, CFD itu godaannya besaaarrr.. 
  1. Pertama, beratnya menuju CFD pagi-pagi. Ngacung deh, yang sependapat dengan saya. Selimut itu lebih menggoda di pagi hari, ya nggak? 
  2. Kedua, di CFD itu yang jualan banyak, dari mulai street food yang ga sehat namun menggoda, sayuran dan buah-buahan segar, dan segala pernak-pernik lainnya. Saya siy agak jarang tergoda dengan makanan yang baunya luar biasa mengundang selera, tapi saya susah menghindari diri pulang CFD mampir ke pasar beli jajanan pasar tradisional atau lontong sayur padang, atau buah segar. Seringkali ga imbang, antara kalori yang terbakar dengan kalori yang masuk pasca lari. Hehehe.

Kalau lari di GBK biasanya saya jum'at malam. Pas kan, besoknya libur. Apalagi sejak ga di Sekolah Alam, gerak saya jadi menurun sementara kebutuhan geraknya cukup tinggi. Kinestetik person kayak saya yang hobinya tuing-tuing kalo ga disalurin bisa ngerecokin yang lain. Jadi sesempatnya saya usahakan untuk lari, walopun sendiri. Tenang, sebenernya ga sendiri kok, karena disana rameeee.. Biasanya saya 3-4 putaran ring dalam GBK. Putaran pertama saya lari ditiap 2 pintu, dilanjut 1 pintu jalan kaki. Putaran kedua dan ketiga 1 pintu lari 1 pintu jalan kaki, dan putaran terakhir saya full jalan kaki. Total kira-kira 35-45 menit. Habis itu pulang, ga pake makan malam macem-macem meski bakmi ayam DKI manggil-manggil. :D

Nah, sejak GBK direnovasi untuk persiapan Asian Games 2018, banyak akses ditutup. Saya jadi bingung dan galau antara mau lanjut lari atau enggak. Akhirnya saya menyambut ajakan kakak saya untuk lari bareng NRC (Nike Running Club) Jakarta tiap kamis malam. Sebenarnya udah lama banget kakak saya nawarin saya untuk ikutan, tapi saya tolak. Pertama, karena saya ga pake sepatu atau outfit brand tersebut. Kedua, saya kan larinya ga serius-serius amat, cuma have fun doang, ya ga pede lah. Apalagi katanya ada coach-nya segala. Kata kakak saya, "join aja, banyak temennya kok". Jadilah saya meregistrasikan diri via Apps untuk memesan tempat (sabar, bagian ini akan saya jelaskan).

Pertama kali, saya join di Pace 8. Jadi larinya dibagi-bagi pace-nya, berdasarkan kemampuan kita berlari. Pace itu ukuran kecepatan lari kita. Pace 8 berarti dalam jarak 1 km kecepatan rata-rata berlari kita sekitar 8 menit. Nah, ada beberapa pace dilatihan kamis malam : 8, 7, 6, 5.30, 5, dan 4.30 dimana dimasing-masing pace ada pacer-nya atau asisten coach yang akan membantu mengukur dan menjaga kecepatan berlari kita. Selain itu para pacer kece tersebut juga akan memotivasi kita untuk terus berlari, melawan pikiran-pikiran kita yang selalu ingin menyerah dengan alasan lelah. Tsaah, bahasanyaaa :D


Coach Rustaman lagi ngasih pengarahan sebelum lari
Larinya berkelompok, jadi bisa saling menyemangati
Karena waktu pertama join pas lagi menjelang Jakarta Marathon 2016, jadi ada banyak latihan yang dilakukan sebelum lari, yang tujuannya untuk menguatkan fisik kita saat berlari. Dimulai dari pemanasan, running ABC (Agility, Ballance, and Coordination), ditambah latihan kaya halang rintang gitu pake bridge, cone, dll. Abis itu baru mulai lari sekitar 3-5 km di pace-nya masing-masing. Jujur aja, belum lari saya udah capek duluan, Hahaha. Tapi semua orang semangat, masak saya malah kendor? Jadi saya tetap berusaha semangat, whatever happen. Dan hasilnya, saya lari dengan rada engap dan sempet berjalan sekali ditengah-tengah lari. Abis itu saya langsung pasang target, dilari selanjutnya saya ga boleh jalan sama sekali, walopun rasanya udah engap banget.

Salah satu bagian Running ABC (Pacer yang nyontohin mantap, kaya terbang)

Latihan pake bridge

Pendinginan, pas dibagian yang saya merasa sulit : SPLIT !

Pendinginan : pokoknya I'll try my best, lah :D
Selesai berlari, saya dan para pelari disambut dengan pisang cavendish, air mineral dan minuman isotonik, tinggal pilih mau yang mana. Dan banyak  juga yang menjadikan ini sebagai salah satu motivasi untuk semangat berlari, kayak saya. Hehehe. Setelah itu kita pendinginan dan berkumpul untuk evaluasi serta mendengarkan saran dari para pacer dan coach, biar kita larinya bener. Malam itu saya sadar, bahwa lari itu ada caranya, ada tekniknya, ga asal lari. Kalau larinya benar, resiko cedera makin kecil dan kita jadi sehat. Noted, coach!! Kemudian kita berfoto bersama. Ini juga yang menyenangkan. Lari di NRC Jakarta, udah dimotivasi biar terus lari, disiapin pisang dan minum, diajarin cara lari yang bener, dan lepas lari, 1-3 hari setelahnya kita akan dikirimin link dropbox foto-foto kece kita saat berlari oleh para fotografer profesionalnya Nike. Yup, karena pas lari kita difoto, tapi ga perlu deh gaya-gaya narsis pas lagi lari, karena pasti foto narsis kita ga masuk seleksi foto yang akan dikirim ke dropbox. Jadi makin semangat larinya, kaannn?? :D

Foto dengan background "serasa bukan di Jakarta"

After running pose

Pas lagi Hollowin Run

Pertama kali join pace 6 (dan belum pernah join pace 6 lagi)

Tertarik mau ikutan?

Gampang, caranya kita download dulu Apps-nya di playstore atau Appstore. Abis itu, cari bagian club, masukin kota "Jakarta". Terus cari event. Nah, nanti akan ada jadwal latihan NRC Jakarta. Biasanya ada 2 event, kamis dan minggu. Pas kamis malam namanya "Ready Set Go Run" jam 19.04 teng di Nike store F(x) dan pas minggu pagi namanya "Home Run" jam 06.04 teng di Taman Menteng. Langsung deh, reserve spot kita biar bisa join. Dateng sebelum waktu-waktu tersebut dan langsung Check in. Dan kalau ternyata ada agenda sehingga terpaksa kita batal latihan, jangan lupa cancel spot, karena banyak yang mau ikutan latihan juga, yang waiting list kan jadi naik posisinya. Dan yang penting, Jangan TELAT!!. Saya pernah tuh dateng telat jadi akhirnya ga bisa ikutan lari. Sistemnya langsung nge-lock secara otomatis dan kita ga bisa check in lagi.



Ga punya sepatu atau outfit dengan brand tersebut?
 
No probs, dateng aja. Pertama kali join saya pake sepatu dengan logo cheetah loncat, dan qodarullohnya ga lama kemudian ada sale jadi kebeli deh (walopun abis itu puasa, ngencengin ikat pinggang ga jajan dan ga dateng ke "craft" fair). Kalo emang rejeki, pasti kebeli ko, mahal murah kan relatif, tergantung prioritas kita aja sih. Dan saya ga bermaksud mengendorse atau jualan produk brand tersebut yaa... Saya cuma mau ngenalin suatu wadah produktif tempat saya beraktivitas akhir-akhir ini. Sebenernya banyak juga club ataupun komunitas lari lainnya, nah NRC salah satunya. Ndilalahnya, running club ini dibawah salah satu brand olahraga. Gituuu..

Yuk, mari lari bareng NRC Jakarta.
Tetap sehat, tetap semangat. Demi sehat, demi body seindah Kendall Jenner, Gigy Hadid, dan Dian Sastro #apasih :D

Salam Olahraga,

dari pelari "kemarin sore", 
Nisa Rachma

#NRCJKT #UnlimitedJkt #unlimitedme #unlimitedjakarta #bukanlaridarikenyataan #amateurrunner #beginnerrunner #officerunner #thursdaynightrun #readysetgorun

Tuesday, December 6, 2016

[Movie Review] Bulan Terbelah di Langit Amerika 2


"Apakah Muslim Penemu Amerika?"

Tagline dalam bentuk kalimat tanya diatas menjadi tagline sebuah film yang akan tayang di bioskop pada tanggal 8 Desember 2016 mendatang, "Bulan Terbelah di Langit Amerika 2". Alhamdulillah saya berkesempatan nonton premier film tersebut sabtu kemarin, 3 Desember 2016 bareng teman-teman Indonesia Hijab Blogger (Thanks a bunch for silaturahim and the ticket yaa ^^). Pada saat yang bersamaan, sebenarnya saya juga punya undangan untuk menghadiri reuni akbar Undip, kampus saya tercinta di Ecopark, Ancol. namun, sepertinya pesona Abinama Arya lebih kuat (hahaha, ketauan deh.. Maapkeun saiyah ya.. Saya pengagum baik-baik, kok ^^). Hehehe.. Selain itu juga karena sudah lama saya ingin kembali silaturahim dengan teman-teman IHB dan berharap bisa memotivasi saya untuk kembali menulis.




Ok, back to the movie. Saya bukan seorang movie reviewer yang handal, saya hanya seorang yang suka menonton (kadang saya menulis diri saya sebagai seorang #movieaddict dalam konteks yang baik tentunya). Film ini diangkat dari sebuah buku karya Hanum Rais dan Rangga, suaminya, dalam perjalanan mereka di benua Amerika. Saya sendiri belum membaca buku "Bulan Terbelah di Langit Amerika", saya baru baca karya sebelumnya, yaitu "99 Cahaya di Langit Eropa" yang sukses membuat saya berazzam untuk bisa meninjakkan kaki sampai benua Eropa, menapaktilasi keindahan Islam disana. Saya pun sudah menonton filmnya.


Diawali dengan adegan Hanum-Rangga yang sedang bersantai disebuah taman, memandangi sekumpulan bocah yang sedang bermain (bahkan Rangga pun ikut bermain), dan kemudian mereka merasakan kerinduan akan hadirnya buah hati ditengah-tengah rumah tangga mereka. Tak lama, atasan Hanum di Viena, Gertrude, menelpon. Ia meminta Hanum meliput tentang Pelaut China yang lebih dulu menginjakkan kaki di benua Amerika, jauh sebelum Colombus.

Kemudian penjalanan peliputan membawa Hanum, Rangga, dan Stefan, teman Rangga, ke San Fransisco. Kok tiba-tiba ada Stefan dalam perjalanan mereka?? Karena Stefan akan melakukan perjalanan menemukan kembali belahan jiwanya yang sudah pergi ke San Fransisco, ia akan memperjuangkan cintanya. Disana, Hanum juga akan bertemu Julia Collins atau Azima (Kalau menonton BTdLA 1, Julia dan putrinya, Sarah, adalah salah satu tokoh central dalam cerita tersebut, dimana suaminya dituduh sebagai salah satu teroris dalam tragedi 9-11). Julia sebagai seorang sejarawan akan membantu Hanum dalam mencari bahan untuk liputannya. Sebenarnya, Julia juga membutuhkan bantuan Hanum untuk menyatukannya kembali dengan ibunya yang sejak Julia menjadi Mualaf dan menikah dengan suaminya, ia berpisah dengan orang tuanya. Dan ditambah lagi dengan tragedi 9-11, Ibunya Julia masih menganggap bahwa suami Julia adalah orang jahat, seorang teroris.

Pencarian mereka bermula dengan menghubungi informan yang diberikan oleh Gertrude, Peter Cheng. Peter dianggap mempunyai salah satu bukti yang menunjukkan bahwa memang benar, pelaut muslim China adalah yang pertama menemukan benua Amerika. Bukti itu berupa sebuah koin China kuno yang berdasarkan sejarah, tulisan yang merada pada koin tersebut menunjukkan bahwa koin tersebut merupakan koin peninggalan pelaut muslim China pada masa itu, hanya saja belum dapat dibuktikan apakah koin tersebut ditemukan di San Fransisco atau tidak.

Sejak melihat dan menyimpan koin tersebut, hidup Hanum berada dalam masalah. Ia dikejar oleh seorang pemuda yang menginginkan agar Hanum mengembalikan koin tersebut. Hanum menjadi bertanya-tanya, apakah "nilai" yang dimiliki oleh koin tersebut sehingga pemuda tersebut mengejarnya?

Lalu bagaimanakah Hanum bisa melepaskan diri dari pemuda yang mengincarnya? Apakah koin kuno tersebut merupakan bukti yang kuat bahwa memang benar pelaut China Muslimlah penemu benua Amerika? Bagaimanakah nasib Stefan dan belahan jiwanya, serta nasib Azima, Sarah, dan Ibunya Azima? Lalu bagaimana pula dengan usaha yang dilakukan oleh Hanum dan Rangga melalui ikhtiarnya dalam memperoleh buah hati??

Sabar, kalau penasaran, langsung aja datang ke bioskop terdekat untuk menonton langsung Bulan Terbelah di Langit Amerika 2. Mulai tanggal 8 Desember 2016, which is kamis ini. Atau biar gambang, kamis pagi (biasanya sekitar pukul 10 udah di release jadwal film hari tersebut, hehehe. Sampe apal ^^)langsung aja buka www.21cineplex.com untuk cek jadwal dan bioskop terdekat yang memutarkan film tersebut. Boleh juga liat official trailernya sebelum nonton.


Selamat menikmati kisah Hanum, Rangga, Stefan, Julia, dan Sarah ya.. Saran saya, nikmati aja filmnya, khususnya untuk yang udah baca bukunya, never compare the story from the book and the story from the movie. It's not apple to apple, because literacy is different from cinematography. Just enjoy the movie.

Ibroh dari film ini untuk saya pribadi khususnya adalah film ini membangkitkan keingintahuan saya untuk memperdalam ilmu tentang Islam. Saya semakin penasaran, "Is it true that Muslim sailor is the first one who discover America?". Dan pesan cinta sejak "99 Cahaya di Langit Eropa" masih melekat dan terbawa hingga "Bulan Terbelah di Langit Amerika", bahwa tugas kita adalah menjadi agent muslim yang baik, terus berbuat baik dan sebarkan bahwa Islam itu damai, Islam itu indah.

Terima kasih untuk komunitas Indonesia Hijab Blogger atas kesempatan nobarnya, atas silaturahimnya. Saya merasa bersemangat dan terus terinspirasi. Sukses terus dan istiqomah yaa...
Ga afdhol kalo ga berfoto bersama (foto dari kameranya mb Witha dan Teh Lisna, makasiy yaa..)





 


Srengseng, 6 Desember 2016

Nisa Rachma

Friday, April 29, 2016

Yang kamu lakukan itu JAHAT ... (Surat untuk Rangga dan Cinta)


Yang kamu lakukan itu jahat, Rangga..
Setelah berpuluh-puluh purnama berlalu namun dalam satu malam kamu datang dan merebut calon istri orang..
kamu angap apa aku yang sudah menunggu kejelasan sambil memandang langit yang sama antara Jakarta- New York ?? :)

Kamu jahat, Cinta..
Baru ngumumin berita gembira kalau sudah bertunangan namun dalam 1 hari bersama sang legenda kamu berubah..
Kamu ga liat, apah, banyak yang juga mengharap cinta yang sama ?? #eaa

Yang kamu lakukan itu jahat, Rangga..
Bertahun-tahun bersama, terpisah jarak ribuan kilometer, tiba-tiba memutuskan cinta hanya lewat kalimat singkat disepotong surat?
Kamu pikir cinta seperti sebuah panggilan di sebuah telpon namun ternyata salah sambung ? :p

Kamu jahat, Cinta..
Bilangnya atas nama sahabat makanya mau ketemuan, tapi senyum-senyum bahagia pas diajak jalan..
Plis, cinn.. berapa banyak yang baper gara-gara kalian berdua?? :p




Yang kamu lakukan itu jahat, Rangga..
Di seri pertama kamu tidak banyak bicara, namun kenapa sekarang kamu banyak mengumbar kata??
Kirain kamu cuma bisa disapa pake puisinya doang..

Kamu jahat, Cinta..
Pura-pura marah, ngambek lalu menampar, tapi setelah itu kamu malah balik dan dengan polos bertanya, "sakit ya?"

Ini film genrenya apa siiihhh?? Banyak adegan romantis dengan dialog yang juga romantis namun berasa komedi. Sulki-sulki ala masa SMA tapi udah dewasa, tapi tetep ngangenin.. Hebat banget mb Mirles memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dan harapan atas seri pertama di seri kedua. Saya bahkan ingat betul beberapa dialog yang diulang dalam situasi yang berbeda namun suasana yg sama. Gimana ga baper, coba nontonnya??? :P





Yang kamu lakukan jahat, Rangga..
Tatapan mata kamu itu loh, tajam penuh arti, tepat menusuk di jantung dan membuat darah beredar beberapa detik lebih cepat dari sebelumnya. Senyum tipis-tipis penuh arti dan memberi banyak harapan..

Mau kamu apa sih, Rangga?? Membombardir hati para remaja dimasanya, membuat mereka mengenang masa muda penuh kenangan.

Kamu juga cinta, sampe lupa kalau kamu adalah ibu beranak dua dengan badan yang bikin iri sejuta wanita. 

Udah, cukup!!
Saya ga mau mengingat apa yang terjadi semalam di layar. Tidak akan saya ulang lagi, saya tidak mau perasaan saya terbawa lagi. Akan saya temui lagi kalian di layar dengan teman menonton yang berbeda..

Cukup #AADC2 nya...


Salam,
Nisa Rachma
Remaja dimasanya yang sukses diaduk perasaannya oleh Cinta dan Rangga :D


ps : semua gambar saya dapat di google dengan keyword "aadc2"

#AADC2 #Cinta #Rangga #AdaApaDenganCinta2

Monday, January 25, 2016

[Movie Review] Ketika Mas Gagah Pergi

Siapa yang sudah menunggu film "Ketika Mas Gagah Pergi" dilayar lebar? Saya salah satunya. Dan penantian saya terbayarkan, karena akhirnya saya bisa melihat visualisasi novel yang saya baca semasa saya kuliah (sekitar tahun 2005). Yuk kita review sedikit, film "Ketika Mas Gagah Pergi".




Cerita diawali sebuah narasi monolog yang cukup panjang dari seorang anak perempuan bernama Gita Ayu Pratiwi. Dalam narasinya, Gita bercerita tentang kakak laki-laki satu-satunya, orang yang selalu melindungi Gita, orang yang selalu menemani Gita. Namanya Gagah Perwira Pratama. Tergambar pula adegan-adegan kedekatan Gita dengan Mas Gagah. Ya, hubungan adik-kakak ini memang sangat karib. Hingga sang ayah meninggal, Mas Gagah menjadi sosok yang benar-benar bisa diandalkan. Ia menjadi sosok laki-laki yang bertanggung jawab untuk Mama dan adiknya.

Kaya apa sih, Mas Gagah itu?

Secara fisik, Mas Gagah tumbuh menjadi laki-laki yang gagah, seperti namanya, tampan, tinggi, cukup ideal. Ia bahkan bergabung dalam suatu Agency Model dan sering berjalan di pergelaran busana memperagakan busana-busana dari perancang terkenal. Selain itu, Mas Gagah merupakan sosok yang baik, mudah bergaul, ramah, dan asik. Teman-teman Mas Gagah beragam, dari mulai yang ganteng-cantik layaknya model, anak-anak gaul teman kampusnya, hingga anak-anak Rohis yang biasa "mangkal" di musholla kampus. Orangnya ramaaahhh sekali, buktinya teman-teman Gita suka "nongki-nongki canci" bersama Mas Gagah dan Gita. Supel dan asik diajak bergaul dimana aja.

Kalau Gita, seperti apa?

Si Bungsu merupakan adik kesayangan Mas Gagah. Aslinya cantik, namun gayanya cukup tomboy. Ia bahkan memangkas rambutnya menjadi sangat pendek seperti anak laki-laki (sampai sempat dipanggil "Gito" oleh Mas gagah). Style ala Gita : Celana panjang (seringnya sih celana jeans) dengan kaos dan kemeja diluarnya, tak lupa sebuah topi yang dipakai terbalik (bagian depan berada dibelakang). Penampilan Gita jauh dari kata feminim. Bahkan satu-satunya rok yang ia punya adalah rok seragam sekolahnya. Walau begitu Gita merupakan sosok yang ramah. Ia bergaul dengan siapa saja. Kalau di sekolah, Gita sering terlihat bersama sahabatnya yang bernama Tika (Tika ini feminim banget, loh, berbeda dengan Gita).

Suatu hari Mas Gagah pergi ke Ternate untuk menyelesaikan tugas penelitiannya selama 1-2 bulan. Waktu yang lama untuk Gita dan Mas Gagah berpisah. Setengah mati Gita merayu Mas Gagah agar mengurungkan rencananya pergi ke Ternate, atau meminta Mas gagah untuk mengajaknya serta. Namun dengan berat hati Gita akhirnya merelakan kepergian kakaknya sementara.

Setelah 1-2 bulan, Mas Gagah pulang. Ada yang berbeda dengan Mas Gagah sekarang. Ada apa dengan Mas Gagah?

Penampilan Mas Gagah berubah drastis! Mas Gagah lebih sering menggunakan baju koko ataupun kemeja dibandingkan baju-baju gaul dan stylish yang biasa dipakainya. Selain itu, Mas Gagah menumbuhkan jenggotnya. Buat Gita, sosok Mas Gagah sekarang berbeda dengan kakaknya yang biasanya. 

Selera musik Mas Gagah juga berubah. Kali ini ia lebih menikmati bacaan Al Qur'an (murotal), lagu-lagu berbahasa Arab ataupun nasyid, sebuah aliran musik baru buat Gita. Kata Mas Gagah, "..Mending dengerin ini Git. Selain menghibur juga bermanfaat, mengingatkan kita kepada Allah". 

Dan perubahan drastis lainnya menurut Gita adalah sekarang Mas Gagah sudah tidak mau bersalaman dengan perempuan lagi. Iih, sombong sekali Mas Gagah sekarang. Kalau ada perempuan yang mengajak bicara seringnya nunduk, terus waktu diajak salaman malah narik tangannya dan bersalaman tanpa bersentuhan.

Aktivitas mas Gagah juga banyak berubah. "Nongki-nongki canci" sudah ditinggalkan, berganti dengan banyak menghabiskan waktu di musholla, berkegiatan yang bermanfaat (lewat bakti sosial, diskusi, dll), bahkan Mas Gagah bersama beberapa orang mantan preman dibilangan utara Jakarta membuat sebuah "Rumah Cinta", sebuah taman bacaan dan tempat anak-anak sekitar melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Mama Mas Gagah awalnya juga merasakan perubahan Mas Gagah sebagai perubahan yang kurang baik. Semenjak anak laki-lakinya pulang dari Ternate, di rumah sering terjadi pertengkaran antara Gita dengan Gagah. Gita yang sering ngambek dan marah dengan perubahan diri Gagah, dan Gagah yang belum menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Hingga suatu hari, Gagah mengajak Mama ke "Rumah Cinta" dan hal ini membuat mama tersentuh. Sebagai wanita karier yang berjuang membesarkan kedua buah hatinya sendiri semenjak ditinggal sang suami, ia mulai bisa memahami nilai kebaikan dan kebenaran yang selama ini dipegang teguh oleh putra satu-satunya. Mama merasa terketuk hatinya. 

Kembali ke Gita, adik manis kesayangan Mas Gagah.

Ditengah kegalauannya akan perubahan yang terjadi pada kakaknya, Gita sering secara tidak sengaja bertemu dengan sosok laki-laki misterius ditengah perjalanan. Kadang di bis kopaja, kadang di transjakarta. Laki-laki ini aneh, kerjaannya di bis adalah menyampaikan ceramah, kemudian turun tanpa meminta imbalan dari penumpang yang ada di angkutan umum tersebut. Aneh, kan? Dan orang ini bicaranya seperti Mas Gagah sekarang.

Dan pernah suatu kali saat Gita bertemu dengan "Mas berbaju kotak-kotak" (karena laki-laki ini selalu Gita temui dalam balutan kemeja kotak-kotak) di transjakarta sedang menyampaikan ceramah. Lalu tiba-tiba tanpa Gita sadari, handphone Gita berpindah tangan. "Balikin handphonenya!", kata "Mas berbaju kotak-kotak" kepada laki-laki disebelah Gita. Sontak ramailah suasana didalam transjakarta. Pencopet handphone Gita sempat mengancam dan melakukan tidakan perlawanan, namum "Mas berbaju kotak-kotak" berhasil melumpuhkan perlawanannya. Ia bahkan menjaga agar si pencopet tidak dihakimi penumpang didalam bis. Alhamdulillah handphone Gita kembali.

Sejak itu, Gita tidak lagi sekeras awal pada saat "Mas berbaju kotak-kotak" menyampaikan ceramah di angkutan umum. Gita ikut mendengarkan. Dan pada suatu kesempatan, Gita bahkan mengucap terima kasih karena sudah menolongnya di kejadian pencopetan beberapa hari yang lalu. Dan ia juga sempat bertanya nama "Mas berbaju kotak-kotak". Mas "Fiisabilillah", begitu yang Gita dengar.

Film Ketika Mas Gagah Pergi merupakan sebuah film yang diangkat dari sebuah novel kumpulan cerpen Helvy Tiana Rosa pada tahun 1997. Saya sendiri membacanya sekitar tahun 2005 (dulu mah buku-buku bunda Helvy jauh dari katalog bacaan saya, hehehe). Agak berbeda memang, apa yang terjadi di film dengan yang terdapat di buku. Terdapat pengembangan-pengembangan cerita di film, namun tidak merubah dan menghilangkan esensi nilai cerita dari buku. Tapi, lagi-lagi saya katakan, saya tidak akan membandingkan suatu karya literasi dan audio visual meski karya film diangkat dari sebuah buku. It is not apple-to-apple. 




Namun saya tetap menikmati film ini. Bayangan saya akan sosok Gita, Mas Gagah, Mas berbaju kotak-kotak cukup tergambar di film ini. 4 bintang utama di film ini merupakan bintang baru dijajaran pemain layar lebar, namun kualitas acting mereka patut diacungi jempol (untuk tokoh 1 lagi, yaitu tokoh mbak Nadia yang belum muncul di film ini, in syaa Allah akan ada di sesi lanjutan film ini. Namun kalau penasaran, bisa liat actingnya di official trailer KMGP). Dan saya paling terkesan dengan sosok Gita. Gita di film benar-benar mengeluarkan imaginasi saya akan sosok Gita yang ada di buku. Saya jadi tertawa sendiri mengingat bagaimana peran Gita dimainkan difilm (itu template wajah Gita emang aslinya merengut gitu ya? soalnya tiap kali ngambek template wajah itu selalu keluar : ekspresif, dan penuh emosi).

Film ini kaya nilai-nilai. Betapa Mas Gagah mengajarkan kita bahwa Islam itu indah, Islam itu damai. Banyak dialog-dialog penuh makna dan sangat menginspirasi kita untuk bisa menjadi "Agen Muslim" yang baik (mengutip dari salah satu film Indonesia favorit saya karya Hanum Rais). Salah satu quote yang saya sukai dari film ini, "Suatu kebaikan, mungkin belum bisa kita pahami. Namun kita bisa mencoba untuk menghargainya".

Ditengah kondisi Indonesia yang penuh dengan hal-hal yang tidak kita harapkan (korupsi, kejadian Bom di Tamrin, aliran-aliran sesat, dll), film ini layaknya sebuah oase di padang pasir, yang menyejukkan dan memberikan suasana segar. Sosok Gagah-Gagah lainnya diharapkan muncul ditengah masyarakat, memberikan inspirasi dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan dikehidupan sehari-hari.

Masih penasaran dengan film "Ketika Mas Gagah Pergi"?

Mungkin review saya akan film "ketika Mas gagah Pergi" ini tidak bisa memuaskan rasa penasaran pembaca. Segera datangi bioskop-bioskop di kotamu dan ajak sebanyak-banyaknya orang untuk bisa bersama-sama tersinspirasi dari film ini.

Karena Islam itu Indah.
Karena Indonesia itu Gagah.





hiraukan gambar saya yg posisinya miring ini yaaa.. :)


p.s : Saya bocorkan sedikit ya, Film ini akan ada lanjutannya. Jadi tetap bersabar menunggu lanjutan film ini ya. Mungkin judulnya seperti yang dibuku " Ketika Mas Gagah Pergi... dan Kembali"


Srengseng, Nisa's Ghurfatun Naum, 25 january 2016 at 14:40




Oiya, Review ini juga saya ikutkan pada lomba Review Film Ketika Mas Gagah Pergi yang diadain sama FLP. Info lebih lanjut bisa lihat di www.kmgpthemovie.com atau www.flp.or.id

Friday, January 8, 2016

[Movie Time] Tausiyah Cinta

Hello..

Still with Nisa, here. So, one of my resolutions in 2016 is able to write something on blog like I did in Multiply continually, in English if possible. Anything. Everything, especially for something to be memorable.

So, I would like to write about what I did this afternoon : Watching Tausiyah Cinta.



Here is the synopsis  that I got from cgvblitz.com

"Kisah diawali dari kebencian Lefan (Rendy Herpy) pada ayahnya menguak sebuah perjalanan batinnya yang kering. Jiwanya kosong. Ia harus kehilangan ibu yang terdzolimi oleh ayahnya sendiri. Ia berjuang membuktikan pada ayahnya bagaimana caranya memuliakan perempuan. Lefan mengalami katarsis (berkali-kali merasakan pergulatan batin), layaknya seorang yang kehausan di padang pasir. Ia tahu bahwa ia haus, tetapi terus menemui jalan buntu untuk mencari jalan yang lebih baik.Sampai akhirnya Ia bertemu seorang pemuda yang teduh bernama Azka (Hamas Syahid Izzuddin), sosok arsitek sholeh, tampan, dan hafidz Qur'an. Azka adalah sosok yang nyaris sempurna. Lefan menemukan kharisma dan apa yang tidak ia dapatkan dari sosok ayahnya. Lefan kenal dengan Azka dalam satu project . Persahabatan mereka dimulai. Lefan dan Azka sama-sama dibesarkan dalam keluarga islam yang taat namun Lefan sungguh berbanding terbalik dengan Azka. Lefan terus mencari jawaban pergulatan-pergulatan batin yang dialaminya kepada Azka. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari Lefan terus menyerang Azka satu demi satu. Project di kantor mempertemukan dua pemuda tampan ini dengan Rein (Ressa Rere), gadis cantik yang juga hafal Qur'an, senang memanah dan lincah membuat gambar siluet. Rein adalah mahasiswi Teknik Lingkungan tingkat akhir yang sedang merampungkan skripsinya. Persahabatan Azka dan Lefan makin sinergis. Sesuatu hal terjadi. Lefan merasakan konflik batin , ia kehilangan. Lefan mendapatkan sesuatu pada diri Rein yang tidak ada pada diri kakaknya, Elfa (Hidayatur Rahmi). Ternyata, ada sosok sholehah yang membuat hati Lefan merasakan sesuatu yang menyentuh. Ada sebuah keputusan yang tidak wajar yang membuat Lefan makin terpukul. Keputusan apakah itu?"

And this is from 21cineplex.com

"Dendam Lefan (Rendy Herpy) atas kematian sang ibunda kian membuncah dan mengiringi langkahnya untuk berjuang meraih kesuksesan tanpa bantuan sang ayah. Kegigihannya menjadikan Lefan sebagai konseptor bisnis yang sukses dan terkenal di Indonesia. Namun, kesuksesannya yang telah diraih tidak meredam kegelisahan hati Lefan.


Hingga ia bertemu dengan seorang arsitek tampan yang juga hafidz Qur’an. Azka (Hamas Syahid Izuddin) adalah jawaban dari kegelisahan yang selama ini mengendap di hati Lefan. Menurutnya, Azka adalah sosok teladan yang tidak pernah ia temukan pada ayahnya.

Persahabatan yang dijalin dua sosok pemuda itu dibumbui dengan permasalahan hidup yang begitu mendebarkan. Hingga kehadiran seorang gadis cantik yang juga hafal Qur’an, Rein (Ressa Rere).

Ada getaran yang dirasakan Lefan dengan kehadiran Rein. Baginya, Rein adalah jawaban tentang seorang perempuan yang didambanya. Namun.. mengapa Lefan justru menitikan air mata dibalik jawaban yang Rein berikan.

Hingga tersyair perasaan dan tangisan Lefan dalam sebuah puisi. Perasaan ini merupakan bagian dari proses ikhtiar agar selalu dekat dengan-Nya."



Different version but both synopsis are truly describe the movie.

Well there are some reasons why I watched this movie (according to Bedasinema, the production house official Instagram . And I support a lot ..


"1. Tidak ada adegan boncengan dengan bukan mahram. [there's no woman-man (non mahrom) scene in the vehicle]
2. Tidak ada adegan bersentuhan dengan lawan jenis. [there's no woman-man (non mahrom) touching scene]
3. Tidak ada adegan khalwat (berdua-duaan dengan bukan mahram). [there's no khalwat scene (woman-man, non mahrom, just two of them in the same frame]
4. Banyak lantunan ayat suci Al Quran [you can read and listen to some verses of Qur'an in some scenes]
5. Soundtrack-nya adalah nasyid/musik positif. [ Its sountract is good-positive music]
6. Semua pemain muslimahnya berhijab [all of women in this movies are wearing hijab]
7. Bertebaran kalimat inspiratif di tiap adegannya [numerous inspiring sentences or quotes in every scene]
8. Banyak hikmah berserakan di film ini [ numerous lesson learn (pearls of life)]
9. Obat galau bagi para jomblo yang ingin tersadarkan akan hakikat jodohnya [you'll understand the concept of soulmate]
10. Berisi ajakan untuk semakin menempatkan cinta kepada Allah SWT sebagai cinta tertinggi yang tak terbandingi [this movie persuades us to put the most priority of love is loving Allah, and everything goes well after that]"







Good concept, very Islamic, and it answers some of my questions about life.

Well, as usual, I was late to come to the cinema, it was 15 minutes late. So I did not know the beginning of the movie. Lefan's sister was died when I sit on my seat :)

I feel terrible with myself after watching the movie. Most of cast memorize Al Qur'an very good (a lot of verses, wow). I love hearing the verses of Qur'an being sounded on screen beautifully. I even cried. Some dialogues hit me trough my heart (seriously). I feel ashamed for not being a grateful person with all the kindness that Allah gives to me until now.

And the funny thing is honestly I do not enjoy watching the close up of the actors (Ikhwan mameenn, hahaha). So I did looked down everytime the actor (the men) was being closed up. And that's why I prefer watching some hansome actors from Hollywood (because there's no "that feeling). I know it sounds ridiculous. :p

Curious about the movie ? You can see the official trailer of Tausiyah Cinta here

And you know what??
Tomorrow is the last trial day of #filmTausiyahCinta in the cinema. If the responds are good, it means that the movie will air largely in many cinemas (not like now, only several cinemas, hiks). So, please come to the cinema.. Come with your family, your friends, your relatives. Let the world know one of our Islamic Inspiring Movies (Hearing the verses of Qur'an sounds in the cinema is rarely happened, right?)

Here are some cinemas that airs #filmTausiyahCinta :

Cinema 21 / XXI :

1. Jakarta – XXI Blok M Square
2. Bogor – 21 BTM
3. Tangerang – XXI Tangcity
4. Bekasi – XXI Mega Bekasi
5. Depok – 21 Detos
6. Bandung – XXI Ciwalk
7. Makassar – TSM XXI Makassar
8. Medan – XXI Centre Point
9. Jogjakarta – XXI Jogja City Mall
10. Surabaya – 21 Cito

Cinema CGV BLITZ :
1. Blitz Bekasi Cyber Park (BCP)

2. Blitz Festive Walk, Karawang
3. Blitz Miko Mall Bandung
4. Blitz Balikpapan Plaza

CINEMAXX :

1. Cinemaxx Mall Icon Palembang
2. Cinemaxx Orange Country Cikarang



Salam,
Nisa Rachma


@Ghurfatun naum, 22.23