Sungguh, ego ku terlalu tinggi untuk bisa mengungkap cinta. Terlalu romantis, terlalu sentimentil, terlalu melankolis. Dan itu bukan aku. Tapi bukan berarti aku tak punya cinta.
Maka aku akan belajar mengungkapkan cinta..
Apakah cintaku itu seperti cinta yang ditunjukkan Laboon, seekor paus yang selalu setia menunggu sahabat bajak lautnya yang mengarungi Grand line selama 50 tahun dan belum kembali? cinta yang dengan setianya selalu menunggu dan selalu berharap, sebuah harapan atas keyakinan kembalinya sahabat-sahabat yang telah lama pergi berlayar.
Apakah cintaku seperti cinta Going Merry, Kapal Bajak Laut Topi Jerami pemberian sahabat Usopp? Cinta yang selalu setia mengantarkan kemanapun kelompok bajak laut Topi Jerami mengarungi samudra, bertualang demi mendapatkan harta karun bajak laut "One Piece". Yang dengan ksatria mengucapkan "terima kasih" setelah memberikan kontribusi yang bisa dilakukan oleh sebuah kapal kepada sahabat-sahabatnya.
Apakah cintaku seperti Luffy? Cinta yang selalu membela sahabat-sahabatnya dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Cinta yang selalu berjuang dengan dasar "karena mereka temanku" dan rela terluka demi sahabat-sahabatnya.
kemudian aku menyimpulkan, sungguh cintaku tak seperti Laboon, Going Merry, ataupun Luffy. Apalagi seperti Rosululloh dan para sahabat. Sungguh cintaku tak ada apa-apanya dibanding mereka semua.
Tapi satu hal yang kuyakini pasti. Aku bukan seseorang tanpa cinta. Aku punya cara dalam mengungkapkan dan menunjukkan cinta, dengan bahasaku, dengan kemampuanku. Maka biarlah aku menjadi aku dalam mengungkapkan cinta..
*kesambet apaan niy gw, bicara cinta-cintaan segala.. kekekeke
tulisan dudulz ini ceritanya ikutan lomba .niy link lombanya... http://depingacygacy.multiply.com/journal/item/235/kuis_C-I-N-T-A