Sunday, September 26, 2010

cinta ku itu... [ala one piece]

Saat ingin menuliskan sesuatu bertema cinta, ada suatu keraguan dan kebimbangan yang seakan menghantui. Rasanya takut. Bukan apa-apa, yang mencoba menulis sesungguhnya tidak pandai memahami cinta dan mengungkapkannya dalam kata-kata. Yah, aku juga bukan orang yang lihai menunjukkan rasa cinta. Rasanya seperti ada tembok besar penghalang yang bahkan lebih besar dari Tembok Berlin yang menghalangiku mengungkapkan cinta. Tembok itu bernama Ego.

Sungguh, ego ku terlalu tinggi untuk bisa mengungkap cinta. Terlalu romantis, terlalu sentimentil, terlalu melankolis. Dan itu bukan aku. Tapi bukan berarti aku tak punya cinta.

Maka aku akan belajar mengungkapkan cinta..

Apakah cintaku itu seperti cinta yang ditunjukkan Laboon, seekor paus yang selalu setia menunggu sahabat bajak lautnya yang mengarungi Grand line selama 50 tahun dan belum kembali? cinta yang dengan setianya selalu menunggu dan selalu berharap, sebuah harapan atas keyakinan kembalinya sahabat-sahabat yang telah lama pergi berlayar.


Apakah cintaku seperti cinta Going Merry, Kapal Bajak Laut Topi Jerami pemberian sahabat Usopp? Cinta yang selalu setia mengantarkan kemanapun kelompok bajak laut Topi Jerami mengarungi samudra, bertualang demi mendapatkan harta karun bajak laut "One Piece". Yang dengan ksatria mengucapkan "terima kasih" setelah memberikan kontribusi yang bisa dilakukan oleh sebuah kapal kepada sahabat-sahabatnya.


Apakah cintaku seperti Luffy? Cinta yang selalu membela sahabat-sahabatnya dengan segenap kemampuan yang dimilikinya. Cinta yang selalu berjuang dengan dasar "karena mereka temanku" dan rela terluka demi sahabat-sahabatnya.


kemudian aku menyimpulkan, sungguh cintaku tak seperti Laboon, Going Merry, ataupun Luffy. Apalagi seperti Rosululloh dan para sahabat. Sungguh cintaku tak ada apa-apanya dibanding mereka semua.

Tapi satu hal yang kuyakini pasti. Aku bukan seseorang tanpa cinta. Aku punya cara dalam mengungkapkan dan menunjukkan cinta, dengan bahasaku, dengan kemampuanku. Maka biarlah aku menjadi aku dalam mengungkapkan cinta..


*kesambet apaan niy gw, bicara cinta-cintaan segala.. kekekeke


tulisan dudulz ini ceritanya ikutan lomba .niy link lombanya... http://depingacygacy.multiply.com/journal/item/235/kuis_C-I-N-T-A

Wednesday, September 22, 2010

Pensil Tumpul

Pensil klu dipake terus lama2 jadi tumpul. makanya perlu diraut agar bisa kembali runcing dan bisa digunakan lagi untuk menulis. Klu kelamaan ga dipake juga bisa bikin tumpul. karena males merautnya kembali.

Pena klu sering dipake, tintanya bisa abis. makanya harus di isi ulang, agar bisa kembali dipke wat nulis. klu kelamaan ga dipake juga bikin macet, karena tintanya jadi kering dan menggumpal. akibatnya klu dipke wat nulis ga lancar alias macet-macet.

Nulis juga gitu. saat lagi seneng2nya nulis, semua ide berasa ngalir dengan enaknya. tinggal pinter2nya mengolah kata2 dan memberikan waktu khusus sebentar ajah untuk menuliskannya. tapi ada kalanya ide2 itu seakan hilang. Buntu. Suntuk. Berasa kehabisan ide.

yang terjadi adalah hilangnya kepekaan hati dalam melihat suatu fenomena. jadi ga bisa melihat mutiara2 yg tercecer. jangankan mengambil hikmah dari suatu perkara, yang ada adalah merutuki "kenapa begini, kenapa bgitu". makanya berasa kehabisan ide2 wat nulis.

klu uda gini, maka kepekaan hati harus kembali dipulihkan. mungkin saat itu kita sedang berbuat maksiat. mungkin saat itu tilawahnya lagi kurang. mungkin saat itu kondisi ruhi lagi turun. mungkin..

ternyata kondisi ruhi amat mempengaruhi setiap hal dalam kehidupan kita yah..





_mulai mengkilapkan hati kembali_

Monday, September 20, 2010

jangan salah artikan

Aku mengenalnya mungkin tak sebaik orang lain mengenalnya. Tapi aku bisa memamastikan bahwa ia orang yang baik, atau setidaknya ia berusaha menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Ia juga termaksud tipikal figur yang ramah. Terlihat dari kenyamanan orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Ia berusaha menjadi orang yang lebih baik, aku sendiri melihat perjuangannya. Bagaimana ia meninggalkan apa-apa yang disukainya, atau belajar mengurangi sesuatu yang benar-benar disukainya. Bagaimana ia meninggalkan celana jeans favoritnya, atau ia menahan keinginannya untuk (meminimalisir hobinya) menonton film. Dan berbagai perubahan lain kearah kebaikan yang sedang ia jalani.

Yang ku tau dari masa lalunya, keramahan dan kebaikannya sudah dari dulu. Ia seakan memiliki magnet kuat yang membuat orang lain merasa nyaman bersamanya. Dan orang lain pun mempercayainya. Ia memang seseorang yang "enak diajak berteman". Ia teman diskusi yang cerdas, dan ia pendengar yang baik. karena tak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Makanya bukan rahasia jika banyak orang berkeluh kesah padanya, hanya untuk membagi beban atau sekedar melegakan.

maka aku bingung, ketika ia bercerita dengan raut wajah tak biasa, membagi permasalahannya dengan ku.

Ia amat merasa bersalah, pasti. Karena ia menganggap kesalahan yang terjadi dari orang lain sedikit banyak, secara langsung ataupun tidak adalah hasil kesalahannya juga. Tapi ia tidak bermaksud membela diri, ia butuh solusi.

Ketika banyak teman-temannya merasa nyaman berteman dengannya (baik laki-laki maupun perempuan), maka tak bisa dipungkiri bahwa akan ada hati yang merasa tersentuh oleh perhatiannya -perhatian yang sama, perhatian seorang teman- sama dengan perhatian yang ia tunjukkan kepada teman-teman yang lain (dengan porsi yang beda antara sejenis dan lawan jenis tentunya). Tapi mengapa hal ini timbul disaat semua orang sudah mengetahui dan merasakan kebaikan dan keramahannya? Ah, aku tidak tau..

Yang bisa kulihat darinya, ia tak seceria dulu. Akan sangat berat baginya kehilangan sahabat dan teman-temannya. Ia amat takut hal itu akan terjadi, meski ia lebih takut kehilangan cintaNya.

Maka jangan salah artikan kebaikannya. Karena memang mungkin saja kebaikan dan keramahan sudah menjadi bagian dari dirinya.

Maka jangan salah artikan keramahannya. Karena memang mungkin saja perhatiannya itu tidak hanya untukmu seorang..

Jangan biarkan diri kita menjadi besar kepala, atau merasa tersentuh saat kebaikan orang lain menyentuh hati kita. Belajarlah berfikir kearah positif agar bisa lebih menjaga diri dan menjaga orang lain dari prasangka atas mereka.


*kudoakan yang terbaik untukmu, saudaraku. agar tak ada lagi yang menyalahartikan kebaikanmu.. semoga kau bisa bersabar menjalani cobaan ini.


Turut berduka cita

Kemarin pagi, saat diatas KRL diperjalanan ngbolang kedua ku ke Bogor, aku menerima sebuat sms,

"Innalillahi wainna ilaihi Roji'un, Syatir Abdillah Anwar.. bayi mungil putra pertama kami..
namun Allah telah mengambilnya kembali, pada hari jum'at 170910.
Mohon doa dr semua agar kami dibri keikhlasan dan ksabaran atas ujian ini.
Smoga disurga kelak, Allah mpertemukan kami kembali dengannya, amiin..
_Wina dan Syaiful_"

yang nisa inget, beberapa hari yang lalu saat ku telpon, ia sedang menanti kelahiran bayi pertamanya, yg kurang lebih 3 minggu lagi akan melahirkan. Namun, ternyata Allah berkehendak lain..

yang sabar ya win..

*ingin kupeluk ia, sungguh.. namun hanya doa yang mampu kukirimkan untukmu..

Thursday, September 16, 2010

http://annisamufidah.wordpress.com/2010/09/02/betapa-kubutuhkan-suatu-yang-memotivasi/

this vs that *bandingin ajah terus..

ada kebiasaan yg sering dilakukan orang, membandingkan.
 celana panjang dibandingkan dengan rok, rok kotak2 dibandingkan dengan rok garis2. semuanya dibanding2in..

dikeluarga jg gitu.. si adik dibandingin dengan si kakak, si anak tunggal dibandingin dengan anaknya temen mamah.. niat awalnya siy bagus, agar bisa memotivasi untuk melalukan hal yg baik. klu sepupu bisa selalu rangking satu dikelasnya selama sekolah, kenapa aku ga bisa? klu teteh bisa masak kue yg enak, kenapa ade ga bisa? klu abang bisa masuk universitas favorit, kenapa ade ga bisa? selalu dibandingkan agar kita terus termotivasi untuk maju..

paling ga enak menjadi orang yg selalu dibanding2in. diposisi ini, seakan2 kita jadi orang paling bodoh, paling ga tau apa2. dan butuh mental baja untuk selalu merasa legowo, sabar, menerima semuanya. meskipun klu nisa lebih mlih ditelen bumi ajah atau ambil langkah seribu saat "roman2 bakal dibanding2in" tiba..

namun ternyata, butuh mental yg lebih kuat lagi, saat kita dijadikan pembanding "berkualitas". hehehehe,, ini istilah ajah siy, bahwa kita akan selalu menjadi orang yg dijadikan acuan pembanding. titik teratas lah.. trs kenapa butuh mental yg lebih kuat lagih? kan enak tuh, karena dipuji2? hehehhe, awalnya mang gitu, kesannya diatas langit mulu.

tp selalu diatas membuat kita lengah, paling mudah kepeleset dalam kesombongan. dan klu jatuh, rasanya sakiiiittt bgt. kita akan selalu menjadi parameter tetap, yg selalu melakukan hal2 baik yang spektakuler. dan klu salah sedikit, mata orang memandang akan menjadi cibiran. kepercayaan yg udah dibangun orang akan luluh seketika ketika hal buruk keluar dari diri kita. padahal, manusia kan tempatnya salah.. tp yah githu, semua orang maunya yg baik2 ajah yg keluar dr diri kita..

dan yg paling ga enak, kita bakal jadi common enemy wat banyak orang. orang2 bakal males deket2 kita, karena kuatir bakal dibandingin dengan "standar tinggi" yg melekat dalam diri kita. klu udah gini, dunia bakal berasa luaaaaaasssss bgt, soalnya kita jadi berasa enggak punya temen...

padahal, klu mang tujuan awalnya baik, kenapa harus pke dibanding2in segala? bukankah setiap manusia punya potensi masing2 yg istimewa yah?

ah, mungkin kita harus belajar, minimal belajar mengolah kata2. agar niat untuk memotivasi tidak berubah menjadi membanding2kan. dan kita pun belajar untuk menghargai setiap potensi dan keberhasilan orang lain sekecil apapun..

_dudulz belajar_

cutie.mpeg




niy video jadul bgt..

nisa punya sejak 2007..
menurut nisa lebih ok drpd keong racun dan temen2nya..

anaknya jg kiyut..

cm, klu gw jadi emaknye, nia anak gw suruh murotalan ajeh deh.. hehehehhe

(mungkin) memang bukan (belum) untukku..

ada kalanya yg terbaik buat kita belum tentu terbaik bagi Allah. dan seringkali, apa yg menurut kita "ko gini siy?" atau "ko githu siy? justru itu yg terbaik untuk kita. yah, walopun secara manusiawi, pada awalnya berat untuk menerimanya..

memasuki jenjang masa kuliah, sekolah kedewasaan itu, ada masa transisi dari nak SMA yg jiwanya berapi2 (kya lagunya bang haji ajah..) menuju mahasiswa yg katanya penuh kebebasan. perubahan status ajah uda bikin repot, riweuh bgt. mau ngambil kuliah apah, dimana, ikut ujian dimana ajah.. berasa heboh sendiri lah.. pengen disini, pengen ngambil itu, semuanya pengennya kuliah dijurusan bonafid, ditempat terkenal. padahal entah itu terkenal versi siapa. dan begitu hasil memutuskan seperti yg tidak kita harapkan, rasanya dunia seakan ambruk. yah, memang bukan untukku kali, untuk bisa belajar disana..

ga cuma masa2 transisi perubahan status itu, semua berlaku untuk seluruh perubahan "status" lainnya..
hehehhe.. ^^

atau saat kita masiy anak2. pengen punya mobil2an, pengen boneka beruang, tp ternyata.. ah, memang bukan untukku kali.. ko malah dapetnya sekotak crayon, yg dengan berat hati diterima dan akhirnya digunakan juga siy..

maka sedikit demi sedikit kita belajar untuk menerima sesuatu yg bukan kita harapkan, yg bukan kita inginkan. memang bukan hal yg gampang, karena harus meyiapkan mental untuk mau menerima dengan sepenuh hati dan menjalani dengan sungguh2. yah, klu terus2an kita mendapatkan sesuatu yg kita inginkan, kita tidak akan pernah belajar rasanya menjadi gagal, kalah, dan mengalah..

padahal, bisa ajah kita tetep mendapat hal lain, pengganti yg sebenernya jauh lebih baik dari yg kita inginkan. seperti crayon pengganti mobil2an dan boneka beruang tadi.. atau bisa jadi tetap mendapat mobil2an dan boneka beruang disaat yg lain, bukan sekarang..

yah, ketika saat itu datang, maka semua akan terasa indah karena memang sudah waktunya. maka sekarang yg dibutuhkan adalah kesabaran, mental untuk mau menerima dengan sungguh2 sepenuh hati keputusan apapun yg ditetapkan untuk kita.. mencoba menerima apa2 yg "memang bukan untukku, kali".



*dan (saat ini) aku pun memilih untuk bersabar dan menahan diri, ketika masa itu datang "bukan pada waktunya". walopun parameter yg kugunakan adalah parameter pribadi.. bismillah..

imajinatif..

klu setiap apa yg dipikirkan orang2 dapat terlihat dan tergambar menjadi segumpal awan, mungkin akan terlihat seberapa besar pikiran2 yg melesat didalam kepalaku. bukan mikir yg jorok2 tapi (masiy "dibawah umur", hehhe).

banyak kelebatan2 muncul, kaya ujan deres.. misalnya gini, klu ternyata githu, apa mungkin gini, tp bisa jadi githu..

[minjem gambarnya chunbyun]

aaarrrggghhh.. mau meledak rasanya...

udah kya benang kusut, susah bgt untuk diurai. dan begitu terurai, sering kali pas digunakan tetep ajah malah menjadi tambah kusut..

hmm.. apa mang ga usa dipake lagi yah? beli ajah "tempat berpikir" yg baru.. hehhehe, dipikir harddisk apah, yg bisa diganti2.. ^^



*saat kelebatan pikiran muncul tiba2, memberondong layaknya jagung puff yg tiba2 meledak.. semoga bisa terus berpositif thinkin..

maaphin nisa yak..




masiy bulan syawal..
nisa cuma mau minta maaph ajah ko..
*tp klu ada yg mau ngasiy salam tempel juga gpp siy..
hehehhehe...

Sunday, September 5, 2010

fakta tentang kau, sobat

aku..
kuakui seringkali tak kugunakan pikiran ku untuk berpikir panjang terhadap sesuatu.
semuanya biasanya hanya pikiran-pikiran jangka pendek..

misalnya..

aku menulis karena aku ingin berlatih menulis.
lama-lama aku suka menulis, namun tak pernah berpikir untuk membuat tulisan yang "bermutu". hanya sekedar menulis.
kemudian aku mulai belajar menulis yang bermutu, meskipun belaum berhasil..

aku merantau karena ingin bebas.
lama-lama, aku belajar mandiri dari kebebasanku.
kemudian aku banyak belajar karena kesempatanku "melarikan diri"..

berbeda sekali dengan kau..

kau begitu visioner sejak awal..
kau begitu dewasa dimataku.. (meski aku belum mengenal sisimu yang lain)
kau dengan idealismemu sekan membukakan mataku, bahwa menjadi berbeda itu pilihan, dan kau sukses menjadi kau..

entahlah,
mungkin sejak setahun terakhir mengenalmu, terlalu dini kukatakan bahwa aku sahabatmu.
yah, karena aku belum mengenalmu utuh..
karena selama ini kau yang sering meminjamkan bahumu untuk ku..

kau tau,
meski kau selalu menginginkan memberi kebaikan tanpa dibalas
tp aku selalu merasa kau begitu asing..
kau begitu curang dengan posisimu..
karena kau tau aku apa adanya..
kau pahami semuanya padaku..
tp kau (lagi-lagi) begitu asing untuk ku..

karena yang kutahu
betapa duniamu tak terjamah olehku

entahlah,
apa aku masiy bisa memanggilmu dengan "sahabatku"?


Thursday, September 2, 2010

laki2 dan perempuan

aku paham..

laki-laki dan perempuan itu memang berbeda..
tapi aku yakin, ada sesuatu yang bisa menjembatani ego laki-laki dan perempuan..

jembatan itu bernama komunikasi..

maka kuharap, jembatan itu mampu mengikis ego kita..

dan belajar memahami laki-laki dan perempuan sebagai individu yang walaupun banyak perbedaan, tapi bukan berarti ga bisa disatukan..

even men are from mars..
n women are from venus..


*klu gw siy dari bumi.. hehehehe....


_mulai ngaco in the cloudy nite_