Saturday, December 31, 2011

Mentafakuri Ciptaan Allah : A Journey to Ciremai Mountain (24-27 Dec, 2011) Part 2

Kami mulai turun dari puncak pukul 11.30. diperjalanan turun gunung, Fahri, salah satu alumni dalam rombongan mengalami keseleo di kaki kanannya. Kasihan Fahri, karena ia salah menapaki kaki sebanyak 2 kali pada kaki yang sama. Alhamdulillah saya membawa bebat, lumayan untuk mengurangi rasa nyeri.

Kami terus berjalan hingga pukul 15.30 dimana kami telah sampai di shelter batu lingga. kami memutuskan untuk memasak perbekalan kami yang tersisa (meski masih ada beberapa lembar roti yang tidak kami habiskan, untuk kami makan dimalam harinya) sekaligus sholat Jama' qhoshor. Kemudian hujan turun dengan derasnya. Saya bahkan baru pertama kali sholat dalam hujan yang deras. kemudian kami langsung beranjank, atau kami akan kedinginan.

Subhanalloh hujan yang Alloh memudahkan langkah kami. Seakan dicharge kembali, kami menuruni gunung dengan cepatnya. Derasnya aliran air hujan membuat jalur terasa tidak licin. Hap, hap, hap, kami menuruni gunung dengan semangat "ingin segera sampai bawah sebelum gelap". Dan salah satu hikmah hujan, kami berjalan dengan ritme yang sama, sehingga jarak antar kami dalam rombongan lumayan rapat.

Tapi karena kaki Fahri yang sakit, dan Nunu yang kehilangan kacamatannya membuat kami terpisah dalam rombongan. Dan kami bahkan terpisah menjadi 3 rombongan : rombongan 1 yaitu Luthfi dan Renggo (para alumni), rombongan kedua yaitu aku, pak Luthfi, Pak Roni, dan Ust Sofyan, dan rombongan 3 yaitu Nunu, Pak Wahyu, Fahri dan Pak Dody. Kami memutuskan untuk berjalan meninggalkan rombongan terakhir karena kami ingin mengejar Luthfi dan Renggo, takutnya mereka tersesat. Karena mereka tidak paham jalurnya, mereka berjalan hanya mengikuti jalur yang tersedia.

Namun ternyata fisik kami mulai menurun. Saya pun mulai merasakan nyeri setiap kali melangkah menurun. Padahal kontur menurun adalah suatu keniscayaan dalam perjalanan turun gunung kali ini. Saya cuma bisa beristighfar setiap kali melangkah. Rombongan kami memutuskan untuk terus melangkah, karena kami sudah kedinginan. Ust Sofyan pun sudah merasa kakinya lecet, begitupun Pak Luthfi. Tapi kami terus meneguhkan diri. Bismillahi tawakkaltu 'alallah, Laa Haula walaquwwata illa billah.

Hingga kami berhasil keluar hutan dan mulai memasuki perkebunan warga. Tapi ternyata jarak masih terlalu jauh dari perkampungan warga. Karena sudah tidak tahan, dan kami belum sholat, kami pun memutuskan untuk bermalam, di pinggir perkebunan warga, dengan alas matras, berbalut sleeping bag. Saat itu hari sudah berganti dan waktu menunjukkan pukul 02.00.

Pginya, sekitar pukul 06.00 kami mulai berjalan kembali. Bermalam yang diluar rencana itumembuat badan kami agak fit setelah semalaman berjalan. kami berjalan dengan sisa tenaga yang ada, dengan persediaan air hanya tinggal 600 ml ( sampai tidak tega untuk meminumnya kembali sebelum kami tiba di perkampungan warga).

Kami sempat berbalik arah, karena tidak yakin dengan arah yang semalam kami ambil. Namun akhirnya kami berbalik kembali, berjalan mengambil arah menurun, tanpa kami tau dan yakin apakah jalur yang kami ambil benar atau salah. dan Alhamdulillah kami tidak salah jalur. kami tiba di sebuah warung di Desa Linggar Jati pada pukul 09.00.

Kami pun istirahat sejenak sebelum meneruskan perjalanan menuju rumah Pak RT di Linggasana.

Setelah sampai Rumah Pak RT, Hal pertama yang saya lakukan adalah MANDI. Saya sudah tidak tahan untuk segera membersihkan diri. hehhehe..

kemudian kami istirahat seraya menunggu rombongan 3 yang belum sampai. Alhamdulillah Luthfi dan Renggo sampai Linggasana dengan selamat, pada pukul 22.30 semalam. dan ternyata pos resmi pendakian sudah pindah, tidak lagi di Linggar jati tapi pindah ke Linggasana. Pantas saja, dijalur yang rombongan saya lalui, terlihat jarang sekali ada jejak, yang menandakan jalur tersebut jarang dilalui warga.

Banyak hal yang saya pelajari dari perjalanan Pendakian Gunung Ciremai kali ini. Saya bersyukur diberi kesempatan mentafakuri alam, menyaksikan kebesaran Allah yang Maha Kuasa. Dan yang terasa bagi saya, pesan "Ijtahidu Fauqo mustawal Akhor" atau berusaha diluar batas kemampuan maksimal benar-benar terasa. Bahwa sesungguhnya kita mampu, memacu diri untuk terus berusaha, diluar batas maksimal menurut kita.

_Srengseng, menutup tahun 2011_ 

Mentafakuri Ciptaan Allah : A Journey to Ciremai Mountain (24-27 Dec, 2011)


24 Desember 2011, saya beserta 9 orang lainnya berangkat menuju Kuningan Jawa Barat. Pagi itu mayoritas dari kami sedang berkutat dengan Orang tua yang akan mengambil hasil belajar anak-anaknya. Tapi itu tidak menyurutkan rencana kami untuk naik gunung.

Rencana pendakian telah terlontar sejak awal semester ini, sepulangnya "kami" (beberapa orang yang juga ikut mendaki) mendaki Gunung Gede. kami pun melakukan beberapa kali pertemuan untuk mempersiapkan keberangkatan. Dari 4 kali pertemuan, akhirnya memutuskan jumlah peserta yang berangkat sebanyak 10 orang, keberangkatan dilakukan menggunakan 2 mobil pribadi, dll

Kami berangkat pukul 22.00 dan tiba di Kuningan pukul 04.00 keesokan harinya. Mr.Luthfi alhamdulillah mempunyai seorang kerabat disana, jadi kami mampir dulu, sekalian sarapan. Pukul 07.30 kami berangkat menuju Palutungan, Tempat awaal start pendakian. ya, salah satu hasil pertemuan kami adalah kami akan berangkat lewat Palutungan dan berputar turun melewati jalur Linggar Jati. 

Pendakian kaali ini membuat saya sedikit gugup. Jalur pendakian kali ini berbeda dengan jalur pendakian sebelumnya. kami harus membawa stok air minimal 5 L setiap orangnya karena berbeda dengan Gunung Gede, Gunung Ciremai tidak ada sumber air sampai di puncak. dan dengan ketinggian sekitar 3078 mdpl ditambah dengan jalur yang lumayan ekstrim, akan membutuhkan usaha yang lebih keras dari sebelumnya. Bismillah, saya pun meneguhkan diri.

Kami mulai mendaki sekitar pukul 08.30 (tanggal 25 Desember 2011). Jalur palutungan lumayan landai pada awalnya. kami terus berjalan menusuri jalur pendakian. Hujan sempat mengguyur meski sebatas gerimis dan hujan-hujan kecil. Sempat juga hujan turun agak deras sehingga kami memutuskan untuk menggunakan raincoat. Kami terus berjalan hingga pukul 16.30, dimana kami tiba di Shelter Pasanggrahan. karena merasa kelelahan, ditambah basahnya baju yg kami kenakan, kami pun memutuskan untuk bermalam : mendirikan tenda, berganti pakaian, memasak makanan untuk makan malam. Tadinya kami berencana nginap di Goa Walet, tapi apa daya, kami sudah cukup lelah.

Ada kejadian lucu. kami rencananya membawa 3 tenda : 2 tenda untuk bapak-bapak dan alumni, 1 tenda untuk yang perempuan. Tapi saat carrier dibongkar, kami menemukan 2 tenda dengan 3 rangka. ternyata 1 tenda tertinggal di sekolah. Alamat bapak-bapak akan tidur diluar tenda dan menikmati dinginnya udara gunung. hehehhehe

Keesokan harinya (26 desember 2011) setelah sarapan, sekitar pukul 07.30 kami berjalan kembali. Semakin tinggi, saya merasa udara semakin tipis dan mulai terasa sesak. Alhamdulillah Renggo membawa Ventolin sehingga lumayan mengurangi rasa sesak yang say rasakan. Sepanjang jalan, saya berusaha mengatur nafas, menyelaraskan langkah perlahan tapi pasti. Hingga saya tidak sadar, betapa indahnya pemandangan menuju Puncak Gunung Ciremai. Finally, pukul 11.00 kami tiba di Puncak. 

Suhanallah, pemandangan di puncak begitu indah, Kami seperti berada di negri di atas awan. semua begitu indah. Saat kabut tersingkap sementara, kami juga melihat indahnya kawah Gunung Ciremai yang kehijauan.

kali tidak berlama-lama di puncak, karena kami harus menempuh perjalanan turun yang masih panjang..


_bersambung_

Friday, December 16, 2011

Wednesday, December 7, 2011

Oral Test dan Ardra

Kemarin, Selasa, 6 Desember 2011, Hari pertama pelaksanaan Oral Test di Sekolah Alam Indonesia. Anak-anak dari kelas 1 SD hingga kelas 3 SL akan menghadapi Oral test bahasa Arab dan bahasa Inggris. Oral ters merupakan salah satu assessment bahasa yang harus dilalui anak-anak.

Untuk oral test bahasa Inggris terdiri dari 3 pos, yaitu Speaking 1 (self introduction), Speaking 2 ( Themes that they have learnt in 1 semester), dan Reading. Masing-masing pos "dijaga" oleh 1 interviewer yang merupakan orang tua murid. Hal ini dilakukan untuk melatih keberanian anak-anak dalam berkomunikasi dengan orang yang tidak biasa mereka jumpai.

Karena ada halangan, ada 2 orang tua tidak bisa ikut membantu. Oleh karena itu, pos speaking 1 (self introduction) diambil alih oleh Tim Bahasa Inggris. Aku dan Miss Mimi menggelar pos Speaking 1 di Play ground. Kami menggelar terpal dan memasang microphone + sound. Dan anak-anak mulai mengantri gilirannya untuk memperkenalkan diri.

Karena anak yang diuji dalam pos tersebut sejumlah 44 anak, maka pelaksanaan self introduction berjalan lebih lama dibandingkan pada pos lainnya. Alhamdulillah bisa selesai jam 11.30 sebelum anak-anak makan siang. Karena Miss Mimi sudah duluan, aku membereskan perlengkan pos speaking 1. Selesai menggulung kabel, aku akan melipat terpal alas duduk.

Tiba-tiba datanglah Ardra, salah satu muridku kelas 4 SD. Dengan tanpa disuruh, ia membantuku melipat terpal. Tadinya aku dibantu Izza, yang ku minta untuk membantuku melipat terpal yang ukurannya cukup lebar. Ardra, dengan postur tubuh yang kecil, sigap membantuku. Aku senang sekali. Ternyata kepekaan Ardra terhadap sekitar cukup tinggi. Aku juga ingat pada saat awal tahun ajaran baru, Ia pun yang menginisiasi teman-temannya untuk mengangkat meja-meja dan perlengkapan kelas menuju kelas baru mereka.

Subhanallah..

Aku terharu melihat apa yang dilakukan Ardra. Aku juga malu, kadang suka tidak peka terhadap sekitar. Dan aku belajar dari Ardra..

Ciganjur, 7 Desember 2011
Miss Nisa

"meraba-raba" melihat penampilan baru MP via PC. kemane aje nis..^^