Pekan lalu, tepatnya kamis, 12 januari 2017 saya menonton sebuah film di bioskop. Saya memilih sebuah film Bollywood, sebuah film yang biasanya saya tidak tertarik untuk menontonnya di bioskop. Dilatarbelakangi sebuah postingan dari mba Ninit Yunita, dan beberapa rekomendasi lainnya dari para pecinta film seperti saya, akhirnya pilihan menonton jatuh kepada sebuah film berjudul "Dangal"yang berarti Gulat.
Diawali dengan sebuah percakapan biasa yang berlanjut dengan nada agak sinis antara Mr. Mahavir Singh Phogat dengan seseorang disebuah kantor biasa yang berakhir pada pertarungan gulat dikantor tersebut dan dimenangkan oleh Mr. Mahavir. Lawannya sempat berkata, "Selamat, anda telah mengalahkan seorang Juara Gulat Provinsi". Dan ditimpali oleh Mr. Mahavir, "Selamat, karena anda telah bertarung dan dikalahkan oleh juara nasional". Ya, Mr. Mahavir adalah seorang atlet gulat, tepatnya juara gulat nasional India yang sudah berhenti. Ia dihadapkan oleh kenyataan hidup bahwa apa yang menjadi passionnya selama ini tidak mampu menghidupi diri dan keluarganya sehingga ia mengundurkan diri dan menjadi pegawai sebuah kantor.
Namun, gulat sudah menjadi darah dagingnya. Ia rutin mendatangi sebuah komunitas gulat di kampungnya, memberi apresiasi dan semangat kepada pegulat-pegulat muda. Ia pun berkata kepada istrinya, bahwa gulat akan ia turunkan kepada anak-anaknya kelak. Namun lagi-lagi takdir berkata lain. Mr. Mahavir dan istrinya dikaruniai 4 orang anak perempuan. saat itu ia merasa bahwa sudah saatnya ia mengubur rapat-rapat impiannya.
Suatu hari saat pulang dari kantor, ia dipanggil oleh istrinya. Ia dikabarkan bahwa 2 orang anak tetangga, laki-kali, babak belur dihajar. Mr. Mahavir mengira itu adalah perbuatan keponakan laki-laki yang tinggal dengan mereka, namun ternyata ia salah. Itu adalah perbuatan kedua putrinya, Geeta dan Babita. Setelah meminta maaf kepada ibu dari anak yang babak belur tersebut, ia bertanya kepada kedua anaknya, "Ceritakan, bagaimana kalian melakukannya". Dari situ, bagai melihat sebuah cahaya dari langit, Mr. Mahavir merasa impiannya akan gulat bisa diperjuangkan. Ia melihat bahwa Geeta dan Babita memiliki bakat gulat.
Ia kemudian berbicara kepada istrinya akan maksudnya untuk melatih gulat kedua putri mereka. Istrinya sanksi, terutama karena mereka perempuan. Namun Mr. Mahavir membuat kesepakatan untuk diberikan kesempatan untuk membuktikan ucapannya, untuk melatih Geeta dan Babita selama setahun dan meminta istrinya untuk bersabar dan tidak berkomentar. Apabila selama setahun ucapannya terbukti salah, maka ia rela untuk benar-benar mengubur rapat-rapat mimpinya akan gulat.
Berhasilkah Mr. Mahavir Singh membuktikan ucapannya dan melatih Geeta dan Babita menjadi pegulat?
Tenang, saya ga akan spoiler banyak-banyak. Film ini sukses mengaduk emosi saya (ternyata bukan cuma film korea yang bisa mempermainkan emosi saya, hehehe). Film buatan Aamiir Khan ini layak diacungi jempol dan direkomendasikan untuk ditonton bersama. Dibagian awal film, saya sukses tertawa, terutama saat Geeta dan Babita latihan gulat pertama kali. Mungkin bahasanya begini, "Gini banget ya, hukuman karena membela saudara yang diolok-olok dan menghukum orang yang mengolok-olok. Ini bapak kita sadis bener ya, sama anak perempuannya?". Asli, saya LOL dibagian ini. Hingga kemudian saya menitikkan air mata (catet ya, cuma menitikkan air mata, ga sampai nangis bombai. Beneraan) ketika Geeta dan Babita disadarkan oleh kawannya, bahwa betapa ayah mereka sangat menyayangi mereka, walaupun dengan cara yang mungkin mereka belum pahami.
Sepanjang film, total 3 kali saya menitikkan air mata. Setelah yang pertama, bagian kedua adalah saat Geeta meminta maaf kepada ayahnya. Saya bisa menangkap betapa sayang Sang Ayah kepada putrinya, yang walaupun putrinya sudah melakukan kesalahan dan sempat membuat kecewa, namun kasih sayang ayah melunturkan segalanya. Dan yang ketiga ya pas bagian akhir, yang ga akan saya kupas lebih dalam.
Saya begitu terpesona dengan rangkaian adegan yang banyak menggambarkan hubungan ayah dengan anaknya. Ayah, yang sekeras apapun ia terhadap anaknya, namun selalu berada sebagai garda terdepan saat anaknya membutuhkan, siap melindungi da menjadi pelatih terbaik bagi sang anak. Abis nonton rasanya saya tuh nyeesss banget, langsung inget bapak di rumah. Ayah saya memang berbeda dengan Mr. Mahavir, tapi sebagai anak perempuannya, saya merasakan besarnya kasih sayang yang diberikan ayah saya dengan cara beliau sendiri. Udah segede gini pun saya tetap putri kecilnya. Emang ga langsung bisa dimengerti maksud ayah saya melakukan sesuatu terhadap saya, yang kemudian setelah saya dewasa, saya paham betapa itu telah mendidik saya, menjadikan saya seperti apa saya sekarang.
Selain sarat makna, Film ini juga kaya dengan nilai kultural budaya. Saya jadi belajar seperti apa perempuan India, bagaimana mereka berpakaian, tentang nilai rambut bagi perempuan India, bagaimana mereka dibesarkan (perempuan india pada umumnya), termaksud soal makan daging ayam. Sebenernya hampir sama dengan Indonesia yang kaya akan budaya. Atau contoh paling dekat buat saya adalah seperti apa perempuan jawa dididik. Saya tidak akan menjeneralisir, tapi saya termaksud perempuan jawa yang dibesarkan dengan cukup moderat, dimana ayah saya memberikan saya kesempatan untuk berbicara dan mengemukakan pendapat, yang kemudian saya sadari, itu agak berbeda dengan beberapa teman saya (orang jawa juga) terutama saat saya berkuliah di Semarang. Dan walaupun begitu, dengan bangga saya mengatakan bahwa saya adalah seorang perempuan Jawa (walopun masih banyak yang perlu saya pelajari tentang kebudayaan Jawa).
Film ini sebenernya udah release tanggal 21 Desember 2016, tapi ga sebooming film-filmnya Shah Rukh Khan. Tapi saya tetep ngefans sama film-filmnya Aamiir Khan yang buat saya berbobot dan layak untuk ditonton dan diambil hikmahnya. Dari 3 idiots, taree zamen paar, sampe film dangal ini, sangat pantas masuk jajaran film berkualitas yang layak tonton.
Kalau di Jakarta, tinggal 1 studio yang menayangkan film Dangal (pun dari kamis kemarin juga tinggal 1 studio, tapi pas saya tonton, ada sekitar 25 orang yang nonton). Silahkan segera datang ke XXI Plasa Senayan, dan selamat menikmati film berkualitas. Oiya, satu lagi, film ini durasinya hampir 3 jam, jadi harus pinter-pinter nyari jadwal yang ga mengganggu waktu sholat.
![]() |
| Sinopsis dari 21cineplex |
![]() |
| Jadwal Dangal hari ini. Ayo nontooonn.. |
So, Selamat menonton yaaa..
Nisa Rachma, penggemar film



