Sunday, November 28, 2010

Dear Mom and Dad..


Bunda,, sore ini aku kesepian. satu per satu teman-temanku mulai meninggalkanku, berpamitan untuk pulang. Sudah berkali-kali aku bolak-balik menuju pos satpam untuk mengecek kedatangan ayah ataupun bunda, atau mbak sekalipun. namun hingga kini, tak satu pun kulihat sosok yang ku kenal mendatangiku, menjemputku..

Ayah.. aku mulai mulai bosan.. sudah berkali-kali aku menekan no.ponselmu, no.ponsel bunda, bahkan no.rumah. namun tak satu pun jawaban ku dengar. tak satupun yang berhasil ku hubungi. sudah beragam permainan mulai dari yang kumainkan bersama kawan-kawan, hingga kemudian kumainkan sendirian karena mereka mulai pulang..

Kata Bu guru, setiap orang harus bersabar, dalam keadaan apapun. Maka aku akan bersabar, menunggu salah satu dari kalian menjemputku pulang. meski sudah tak lagi kulihat sinat matahari. meski adzan isya sudah berkumandang. meski aku harus duduk disini sendirian..

***

Ummi.. hari ini aku menendang ziad dengan kencang. aku lupa apa yang membuatku begitu marah dan melakukannya begitu saja. yang pasti aku kesal dengan Ziad. Mengapa setiap pagi ia diantar kedua orang tuannya? mengapa setiap sore ia dijemput kedua orang tuanya? aku senang bisa membuatnya menangis.

Ummi, mengapa engkau menjadi pengajar di sekolah ini? mengapa engkau tidak seperti orang tua lain? aku bosan ummi, dengan semua peraturan yang kau terapkan kepadaku. aku tau aku harus bertanggung jawab, aku tau aku harus menjadi anak yang sholeh dan patuh. tapi namamu begitu menggaung di sekolah, dan aku merasa tak ada tempat untuk ku berlindung dari namamu.

aku tau apa yang akan kau lakukan setelah kuceritakan masalah ini. engkau akan mengajakku duduk dan berbicara. aku hapal semua itu. tapi ummi, tau kah kau bahwa aku butuh perhatian-perhatianmu? aku butuh pelukanmu untuk menenangkanku..

***

Abi.. tadi disekolah ada seorang guru baru mengajar kelasku. ia bertanya kepada kami tentang cita-cita kami ketika kami dewasa. kau tau abi, apa cita-cita ku? aku ingin jadi apa saja selain menjadi sepertimu. Nama besarmu terlalu membayang-bayangi hidupku.

aku sudah terbiasa menerima perlakuan spesial disekolah, baik oleh teman-temanku maupun oleh guru-guru ku. namun ada yang aneh abi.. aku sengaja menyebut namamu pada guru itu dan ia tak bereaksi berlebihan. sepertinya ia tidak mengenalmu. tapi bagaimana mungkin? seluruh orang mengenalmu..

abi, aku bisa menjadi diriku saat pelajaran bersama guru itu. akhirnya aku bisa bebas tanpa bayang-bayangmu. ia bahkan tidak protes dengan cita-citaku yang tidak ingin sepertimu. ya abi, aku ingin menjadi seperti orang lain..

***

*ketiganya ditutup dengan kalimat yang sama. suatu ungkapan tulus yang manis, dari seorang anak untuk orang tuanya..

*gambar dr sini

"Abi, Ummi, sesuangguhnya aku tetap menyayangimu. semoga Allah selalu menyayangi kalian. Dari anak yang selalu menyayangi kalian sepenuh qolbu, Anakmu.."

*repost from http://annisamufidah.wordpress.com/2010/11/28/dear-mom-and-dad/

Thursday, November 25, 2010

breeze_iQ.avi




Oleh-oleh Pelatihan FAHIM Qur'an

*gambar dr sini

Hari sabtu lalu di sekolah mengadakan sebuah pelatihan. Guru-guru wajib mengikuti agenda tersebut kecuali mereka yang memiliki izin syar'i langsung kepada principal. Pelatihan tersebut adalah pelatihan FAHIM Qur'an (Fast, Active, Happy, Intergrated in Memorizing Qur'an). bagaimana agar kita bisa menghafal Qur'an khususnya bagi anak2 dengan mudah dan mencerdaskan.

Aku tidak akan menceritakan banyak materi pelatihannya secara mendetail, namun aku hanya akan berbagi sedikit dan yang paling membuatku berkesan mengikuti pelatihan tersebut. Dan itu mengubah sedikit rencana masa depanku.. ^^

Materi yang disampaikan ada 4 yaitu The Power of Qur'an, The Power of Brain, Teacher Qur'ani, dan Parent Qur'ani.

Pada The Power of Qur'an dibahas tentang mengapa kita perlu mempelajari alQur'an. Salah satu alasannya karena Semakin baik interaksi kita dengan Al Qur'an, maka semakin baik pula kualitas hidup kita. dan karena banyaknya kelebihan tersebut, anak2 pun bisa melakukannya. ya, karena anak2 adalah penghafal yang paling baik. Siapa yang tidak mau mempunyai anak hafidz atau hafidzoh? ^^

Pada the power of brain membahas bagaimana mengoptimalisasikan kekuatan otak. salah satu caranya adalah dengan mengoptimalisasikan kerja kedua belah otak kita, yaitu otak kiri dan kanan, bahkan fungsi otak tengah kita. Selain itu membahas cara meng-On-kan kerja otak kita dengan cara membuat kita merasa senang (Fun Theory). Karena apabila kita merasa senang akan mengubah kualitas manusia menjadi lebih baik.

pada Teacher Qur'ani membahas tentang tips2 menjadi guru idola dan mampu memotivasi murid dalam menghafal. bahwa menghafal sesungguhnya mudah. bahwa menghafal sesungguhnya menyenangkan. Dan pada Parents Qur'ani dibahasa bagaimana menjadi orang tua yang mampu mencetak mujahid atau mujahidah generasi Qur'ani yang berorientasi Illahiah.

dan kamu tau apa yang langsung mengubah sedikit rencana masa depanku? yah, karena aku ingin fokus mempersiapkan diri dan calon mujahid dan mujahidah ku menjjadi generasi Qur'ani.. ^^

Tahfidz ? Mudah !!! Pasti Bisa !!! Allahu Akbar !!

*tangan kanan mengepal, teracung ke udara.. ^^

Breez-iQ

sebelum bergabung dengan SAI, aku bahkan tidak pernah mendengar nama sekolah ini sebelumnya. Kemudian saat ku bercerita dengan salah seoranng teman, maka mulai ku ketahui sedikit informasi dari nya. bahkan ketika pertama menginjakkan kaki di sekolah, aku tak punya informasi lain selain dari yang diberikan temanku. salah satu informasi "SAI itu kan yang guru musiknya f**** PA**" yang kemudian kuketahui informasi itu tidak benar. hehehehe.. bahkan ketika pertama kali disuruh menemui salah seorang guru, aku tidak tau sama sekali bahwa beliau adalah salah satu personal sebuah grup yang sering kudengar dan bahkan ku lantunkan..

Kemudian dengan sedikit informasi dari temanku (selain informasi yang keliru tersebut), aku hanya mengenal nama kelompok vocal anak2 di sekolah. SAI Green Voices namanya. dan beberapa minggu tekahir ku mulai mengenal kelompok perkusi anak yang hingga saat ini aku menyatakan diri sebagai salah satu penggemar mereka. Nama kelompok itu adalah Breez-iQ. Aku tidak tau namma2 anggota kelompok perkusi ini selengkapnya, namun kemarin saat membuka foto2 performance mereka saat Green Fest lalu, kutanyakan pada miss Mimi nama mereka (dalam foto tersebut) satu persatu.

Ada Abi, Icham, Gilang, Furqo, Alim, Alif (klu ga salah), dan satu lagi adalah saudaranya Alim. mereka bukan sekedar perkusi. mereka memainkan melodi dengan memukulkan barang2 bekas seperti Tong sampah bekas, dirijen bekas, botol bekas, dan ada juga drum perkusi (ga tau namanya apah..hehehhe)

Here they are.. ^^





Monday, November 8, 2010

Out Bound.. ^^

The first Outward Bound school was opened in Aberdovey, Wales in 1941 by Kurt Hahn, and Lawrence Holt with the support of the Blue Funnel Line.[2] Outward Bound grew out of Hahn's work in the development of the Gordonstoun school and what is now known as the Duke of Edinburgh's Award. Outward Bound's founding mission was to give young seamen the ability to survive harsh conditions at sea by teaching confidence, tenacity, perseverance and to build experience of harsh conditions. Jim Hogan served as warden for the first year of the school.[3] This mission was established and then expanded by Capt. J. F. 'Freddy' Fuller took over the leadership of the Aberdovey school in 1942 and served the Outward Bound movement as senior warden until 1971. Fuller had been seconded from the Blue Funnel Line following wartime experience of surviving two successive torpedo attacks and commanding an open lifeboat in the Atlantic ocean for thirty-five days without losing a single member of the crew.[4] From the inception of Outward Bound, community service was an integral part of the program, especially in the areas of sea and mountain rescues and this remains an important part of the training for both staff and students in Outward Bound, Wales.[3] The first Outward Bound program for females was conducted in 1951. Fuller was seconded to the USA in the early sixties to help establish Outward Bound USA in Colorado and the first Peace Corps training camp in Puerto Rico.[5]

Some of the more notable Outward Bound teachers include James Kielsmeier, Paul Petzoldt, Karl Rohnke, and Willi Unsoeld.[2][6][7]


adakah yang belum pernah mendengar istilah out bound? nisa rasa hampir semua (at least) pernah denger kata "out bound", walopun ga tau maksudnya apa. atau mungkin banyak juga yang sudah pernah melakukannya.

yup, nisa termaksud salah satu penggemar out bound. secara nisa bukan orang yang mahir berolahraga (olah raganya nisa cm have fun doank). ga bisa main basket, main voli, sepak bola, futsal, renang, dll. nisa main basket bisanya yah cm gt2 ajah deh, cm wt seru2an, pas lagi kekurangan orang maka nisa ikutan. nisa main futsal juga wat seru2an ajah. saat nak2 yng perempuan pada mupenk ngliat yang laki2nya futsalan, trs kita culik ajah beberapa nak laki2 wt seru2an main futsal bareng (tetep dengan mayoritas perempuan, dan nisa tetep ngerok ria. hehehe). voli, renang, sepak bola mang nisa ga bisa jadinya ga suka dengan olahraga2 ini..

dari SD dulu mang bukan anak yg mahir dalam pelajaran olahraga. nisa lebih mahir dibidang seni, walopun ga nyeni sama sekali. orang nisa baru bisa roll depan n roll belakang pas kelas3 SMP pas mau ngambil nilai ujian akhir praktikum olahraga. itu ajah nilainya cm diatas batas aman ajah..

nisa sendiri kenal out bound secara resmi pas kuliah. permainan2 beresiko tinggi, baik high impact maupun low impact, permainan2 yang mengasah otak. jadi nisa mau ga mau dipaksa olah raga dengan melakukan permainan2 tersebut. dan yang pasti, banyak permainan membantu nisa dalam mengatasi ketakutan2 nisa dan membantu nisa mengenal diri dengan lebih baik. bahkan salah satu fasilitator out bound di sekolah bilang, " kan ada yg bilang klu mau ngenal orang lain maka bermalam dirumahnya selama 3 hari, berpergian dengannya. nah melalui out bounds juga bisa ketauan tuh karakter pribadi seseorang kya gimana.

out bound di sekolah alam merupakan suatu wasilah / fasilitas/ tools / alat dalam mendukung salah satu aspek kurikulum pendidikan, yaitu leadership. dan ga usah heran klu anak21 itu lebih berani dibanding orang dewasa. dan semakin dini seorang mengenal dirinya maka dia akan bisa lebih optimal dalam berkontribusi untuk masyarakat.

nisa sendiri baru sekali nyobain out bound selama disekolah. klu sebelum2nya siy udah pernah, tp ini pertama kalinya main ditonton dan dibandingkan dengan anak2 disekolah. ketika main "spider web", permainan yg mang nisa belum bisa menaklukkan dengan baik ajah nisa kalah dari anak2.. dengan ketinggian memanjat sekitar 3 meter, anak2 dengan rekor tercepat berhasil menaklukkan selama 25 detik. klu nisa? sudahlah jangan ditanya, hanya akan mempermalukan sajah.. hehehhe..

saat meniti jembatan tali alhamdulillah nisa ga terlalu kesulitan. klu dulu pas pertama kali nyoba, tali tambangnya cukup besar, namun kali ini lebih kecil. klu dulu nyebrang kali berarus lumayan deres dengan panjang sekitar 3 meter, kali ini nyebrang empang lumayan dalem dengan panjang sekitar 3 meter juga.

dan nisa sangat exited untuk mencoba permainan2 lainnya, pengalaman2 lainnya, dan petualangan2 lainnya di sekolah..because it si totally fun!! ^^



info2 out bound, bisa dibuka disini...
http://en.wikipedia.org/wiki/Outward_Bound
http://en.wikipedia.org/wiki/Outward_Bound_USA