Saturday, June 9, 2012

SAI Bless (Business & Leadership School)

SAI Bless
(Business & Leadership School)

Menghadirkan generasi yang mengubah wajah sebuah negeri,bahkan dunia bukan hanya sebuah mimpi akan tetapi kerja HEROIK berpeluh bahkan berair mata.

Upaya mendasar menuju hal tersebut dimulai dari mengubah cara berpikir yang diperoleh dari proses pendidikan.

SAI Bless (Business & Leadership School) adalah sekolah setingkat SMA yang menjadikan pendidikan bukanlah sebuah jenjang,melainkan sebuah pemecahan masalah kehidupan sang murid itu sendiri,meliputi pemahaman ilmu dasar (bahasa,matematika,agama,sejarah) dan pengembangan pribadi.

Dengan menitikberatkan pada aplikasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,SAI Bless membangun manusia dewasa yang bertanggung jawab pada pilihan dan konsekuensi hidupnya.Memperkuat kapasitas diri MURID-MURID pada setiap penggalan waktu hidupnya.

More info, 08128478464 (Bu Idet)

Tuesday, June 5, 2012

[CatPer,26-28Mei2012]Ketenangan ditengah kesibukan Kota Singapore

Berhubung saya tiba di negara yang luasnya lebih kecil dari Jakarta ini pagi-pagi buta, saya dan kakak membutuhkan tempat untuk kami kunjungi yang buka di pagi hari. Biar ga keliatan luntang-lantung sebelum menuju bandara. Ketibaan saya tepat di hari Senin, saat warga Singapore memulai hari beraktivitas. MRT penuuuhhh.. dari st. Lavender (1 stasiun sebelum bugis) saya menuju ke st. Chinese garden. jarak yang jauh membuat saya dan kakak tertidur di MRT. pemandangan yang tidak biasa di tengah kesibukan para pekerja dan pelajar yang memulai hari
Destinasi saya adalah Chinese Garden dan Japanesse Garden. Kelebihan tempat ini bagi saya adalah mudah dijangkau, buka pagi hari (jam 6 teng), free entry, dan memungkinkan saya beristirahat (plus sarapan). Chinese Garden dan Japanesse Garden merupakan sebuah taman yang cukup luas yang diatur sedemikian rupa oleh arsitekturnya menyerupai tempat-tempat, bangunan seperti di jepang dan china.

jadi jangan heran ketika melihat sebuah kuil seperti yang ada di film Kera Sakti, miniatur Tembok Besar China, patung 8 pendekar China, patung simbol shio (dari macan, naga, dll) ketika berada di Chinese Garden.  Atau Gerbang seperti didepan kuil di Jepang, kebun bonsai, tempat lampu seperti yang ada didepan kuil saat berada di Japanesse Garden.

Saya nyaman sekali berada disana. Saya bisa beristirahat, sarapan, berfoto, dan merilekskan diri (walaupun terus berjalan kaki). Saya bahkan kepikiran untuk menghabiskan masa tua saya di sana. tempat yang benar-benar nyaman dan tenang.


Peta Japanesse and Chinese Garden


Jembatan menuju Chinese

pendopo di Chinese Garden's division

 Salah 1 view di bagian Japanesse garden

Replika Jembatan apakah ini? Chinese or Japanesse Garden? ^^

Klo ini dilokasi Japanesse Garden

Enak bgt istirahat disini, adem and ijo  ^^



Eonnie

piss ^^v



[CatPer,26-28Mei2012]Naik kereta gantung menuju Genting Highlands

Saya dan kakak menuju KL Sentral untuk memesan bis menuju Genting Highlands. Ibarat di Jakarta, posisi dataran tinggi genting berada seperti Depok. Perjalanan KL-Genting membutuhkan sekitar 45 menit perjalanan (karena saya sempat tidur dalam bis). Saya membutuhkan RM 10,2 untuk membeli tiket menuju Genting (Sudah termaksud harga tiket Skylift nya). Sesampainya di Genting, saya bersama penumpang yang lain langsung naik lift menuju Lantai 3A tempat stasiun pemberangkatan skylift atau kereta gantung. Layaknya mengantri wahana permainan di dufan, saya beserta pengunjung lainnya berbaris untuk naik skylift.

Waktu tempuh skylift dari stasiun pemberangkatan menuju stasiun skylift Genting sekitar 30 menit. Lumayan lama juga, karena jarak tempuh juga cukup jauh. dan yang agak berbeda dengan kereta gantung yang ada di TMII, medan tempuh juga menanjak dan menurun. Sejujurnya saya takut (pengakuan). Saya tergolong orang yang takut ketinggian. Saat awal skylift meninggalkan stasiun pemberangkatan, saya sempat menutup mata dan berdoa dalam hati. Karena malu juga kalau ketahuan takut naik skylift. setelah meyakinkan diri bahwa skylift yang saya naiki aman (kayanya mang lebih aman dibanding punya Indonesia, secara pengelolanya sama dengan yang mengelola skylift di Pulau sentosa, Singapore) saya mulai menikmati perjalanan.

Skylift melewati beberapa bukit hingga menembus kabut dan tiba di dataran tinggi Genting. saat perjalanan, saya membayangkan andaikan Indonesia punya Skylift serupa (beserta jalurnya) menuju puncak-puncak gunung yang ada di Indonesia. Saya membayangkan seandainya menuju puncak gunung Gede bisa dilakukan dengan menggunakan skylift. Tapi pasti Gunung Gede tidak akan menjadi objek wisata hiking yang menarik lagi, karena hilangnya sensasi merasakan beratnya medan perjalanan. Bukankah banyak wisatawan khususnya wisatawan asing yang ke Indonesia hanya untuk menikmati keindahan puncak gunung seperti Gunung Gede maupun Gunung Ciremai dengan sensasi beratnya medan perjalanan untuk mencapainya?

SEhebat apapun teknologinya, walaupun saya amat kagum dan memotivasi saya untuk berbuat demi kemajuan negeri, saya tetap cinta Indonesia dengan segala keindahannya.





[CatPer,26-28Mei2012]Batu Cave vs Candi Borobudur

Perjalanan menuju Batu Cave saya lakukan menggunakan Komuter dari KL Sentral. harga tiket menuju Batu Cave senilai RM 1, tapi harga tiket arak sebaliknya senilai RM 2. Batu cave adalah sebuah daerah yang terdapat kuil umat Hindu. Kuilnya terletak di dalam gua dimana untuk menuju gua tersebut harus melewati ratusan anak tanggal (alhamdulillah di sekolah suka naik turun tangga dan trekking). Di batu Cave ada sebuah patung Dewa besar berwarna keemasan. Dan yang perlu digarisbawahi, Batu Cave merupakan salah satu objek wisata yang gratis. ^^

Dengan berjalan kaki 200m dari st. monorail, saya langsung sampai di dekat anak tangga menuju kuil. Mendekati pintu masuk, bau dupa tercium sangat tajam. begitu menanjaki anak tangga, saya disambut segerombolan monyet (layaknya di Bali). saya terus menanjak hingga bagian terdalam dari kuil. durasi yang saya butuhkan dari mulai menaiki anak tangga hingga turun (sudah plus istirahat dan foto-foto) sekitar 1 jam 15 menit. Saya tidak terlalu berlama-lama disana karena saya agak tergamnggu dengan bau tajamnya dupa dan bau lembabnya gua.

Yang saya pelajari dari perjalanan ke Batu Cave adalah kemudahan menjangkau objek wisata (dekat dengan stasiun komuter). Berbeda dengan Candi Borobudur. Akses menuju Candi borobudur tidak semudah akses menuju Batu Cave. selain itu model alat transportasi menuju Batu Cave lebih nyaman dibanding menuju Borobudur. Tapi saya tetap mengakui bahwa Batu Cave tidak ada apa-apanya dibanding keindahan dan kemegahan Borobudur (ya iya lah, Indonesaia kan mang indah banget).

Kemudahan menjangkau dan kenyamanan model transportasi patut kita tiru untuk memajukan pariwisata di Indonesia. Tentunya hal ini akan terjadi saat pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama dalam memperbaiki Negeri ini.




Saturday, June 2, 2012

[Bolang,26-28May12] Thank Robb I'm Indonesian

Alhamdulillah. Terima kasih karena saya dilahirkan sebagai muslimah di Indonesia.

Dari beberapa Masjid yang saya kunjungi saat ngebolang kemarin, mulai dari masjid Jameek (Malaysia), Masjid Shultan (Singapore), dan Masjid Hajah Fatimah (Singapore), juga yang saya kunjungi tahun 2008  seperti Masjid Putra Jaya (Malaysia) dan masjid yang ada di sebelah twin tower, saya merasakan masjid yang paling nyaman khususnya untuk beribadah dan mengistirahatkan diri dalam penatnya aktivitas (tapi bukan tidur, ya) adalah Masjid yang ada di Indonesia.

Saya merupakan penggemar berat Adzan dan menyukai masjid tertama di siang hari. bagi saya panggilan Adzan layaknya bel tanda istirahat. Baha saya harus istirahat sejenak dari aktivitas saya, menghadapNya, mensujudkan diri saya.

Rasanya luar biasa..

Makanya, ketika ngebolang, sasaran saya selalu masjid. Dan Alhamdulillah menjadi orang Indonesia, Allah menciptakan lidah orang Indonesia yang benar-benar wow. Lidah orang Indonesia yang begitu baik dalam melafalkan bahasa apapun, termaksud saat Adzan..

Indah sekali..

Maka, ditengah terpuruknya Indonesia, saya tetap bangga menjadi orang Indonesia. Yang bisa bebas mendengarkan kumandang adzan dimanapun saya berada, yang Masjidnya begitu ramah tanpa ada jam buka-tutup..

Masjid Jameek, depan shelter Monorail, Malaysia

Masjid Hajjah Fatimah, deket Golden Mille Complex, Beach Road, Singapore

Masjid Shultan, Arab Street, Singapore

Masjid Putra, Putra Jaya, Malaysia

Masjid Istiqlal, dekat St. Juanda, Jakarta

Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang


*semua gambar saya ambil di google.com

Friday, June 1, 2012

Long Time No Write..

Tadi seorang anak menegur saya,

"MIss, Aku baca tulisanmu loh.. "

Deg. Saya sadar. Ternyata sudah lama saya tidak menulis. Entah mengapa, banyaknya lintasa peristiwa yang terjadi membuat saya begitu berat untuk menulis..

Dan saya disadarkan..

Baiklah, saya akan mulai kembali aktivias menulis yang sudah lama saya tinggalkan..