Baru seumur jagung aku menjadi fasilitator di Sekolah Alam Indonesia, namun banyak yang sudah ku pelajari disana. Agaknya, menjadi fasilitator sdikit banyak mengubah cara pikirku. Kalau boleh jujur, aku tidak pernah terbersit mempunyai keinginan menjadi seorang guru, tidak sedikitpun. Namun, menjadi fasilitator di SAI membuatku mencintai dunia fasilitator.
Setiap hari aku belajar hal-hal baru. Bahwa dunia anak-anak begitu menyenangkan. Bahwa belajar merupakan suatu proses yang menyenangkan, yang bahkan bisa kita lakukan tanpa menyadari bahwa kita sedang belajar. Bahwa dunia bermain anak-anak begitu mempesona.
Aku belajar bagaimana mengenal anak-anak satu per satu, karena setiap anak begitu istimewa. Aku belajar memahami bahwa kecerdasan setiap anak tidak hanya dilihat dari kemampuan akademik saja. dan yang paling membuatku terpukau adalah para anak-anak spesial itu.
Namanya Abrar. Aku bahkan tidak tau apa nama istilah yang membuat Abrar spesial. Tapi aku begitu ingat kejadian itu. Saat itu aku akan mengajar anak-anak kelas 6 dan 5. saat pergantian kelas, aku mendengar sebuah senandung yang begitu merdu. Ternyata Abrar sedang bersenandung. Kupasang telinga dengan lekat, mencoba mengidentifikasi apa yang sedang disenandungkan Abrar. Ternyata Abrar sedang bershalawat. Saat kutanya guru kelasnya mengapa Abrar bersenandung, Guru kelasnya mengtakan bahwa Abrar sedang kesal, karena tidak dapat tempat untuk Magang hari itu (Ada program magang untuk Kelas 7). Betapa mengagumkan, saat kesal tapi hatinya terpaut dengan Robb nya..
dan banyak yang membuatku semakin kagum dengan Abrar, seperti hari ini...
dalam rangka pencarian dana outing Banda Neira, setiap anak berkewajiban mencari usaha , boleh dalam bentuk penjualan barang ataupun jasa, dan setiap anak memiliki target rupiah masing-masing. Sebagian besar anak memilih berjualan makanan, produk non makanan, maupun menjajakan jasa. Abrar pun ikut berpartisipasi dalam penjualan makanan. Namun, Abrar hanya mendapat Rp 6.000,-. Karena banyak makanan yang dijual lebih banyak dimakan sendiri.
Abrar memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi. Ia bisa menghitung total nilai huruf-huruf dari nama seseorang. Misalnya namaku Annisa Rachma. Maka apabila setiap huruf dari namaku diganti menjadi barisan angka dan dijumlah, akan menghasilkan total nilai 102. Dan Abrar sanggup melakukan hal tersebut dalam hitungan detik. Atau menebak hari dalam seminggu. Misalnya ditanyakan tanggal 21 April 2011 jatuh pada hari apa, maka Abrar dapat menjawab dengan cepat.
Dengan kemampuannya itu, Abrar mendapatkan uang demi uang dalam rangka penggalangan dana outing yang menjadi target pribadinya.
Sepertinya banyak kejutan-kejutan yang akan ku temui selama di sekolah..
ya, Setiap anak adalah istimewa..
Jakarta, 3 Maret 2011
Annisa rachma