Sekitar 2 tahun lalu, saya menghadapi pilihan yang sulit. Pilihan yang untuk sebagian orang mudah, namun situasi saya memberartkan pertimbangan-pertimbangan saya dalam membuat keputusan. Terkadang, pilihan yang ada, yang sederhana sekalipun menjadi berat ketika situasi saat itu penuh dengan hal-hal yang memberatkan. Bahkan ketika saya sudah memutuskan pilihan saya, dengan berbagai pertimbangan tentunya, ternyata merupakan keputusan yang berat untuk orang lain.
Sekarang saya pun berada diantara pilihan-pilihan yang berat, antara terus bertahan atau mundur. Kalau di lagunya Paramore "should I give up or should I just keep chasing pavement?".
Sebenarnya saya masih mempunya waktu sekitar 2 bulan untuk berpikir, mempertimbangkan segala sesuatunya (kalau versi organisasi, di SWOT gitu). Tapi sepertinya saya harus memberitahukan rencana saya kepada orang lain. Karena lagi-lagi, keputusan yang akan saya buat melibatkan orang lain, bahkan sebuah institusi. Saya jadi takut..
Tapi saya harus membuat keputusan. Keputusan yang sebenarnya sudah ada, namun saya butuh penguatan dari diri saya melalui pertimbangan-pertimbangan agar saya tidak salah membuat keputusan. Agar seminimal mungkin keputusan tersebut tidak membawa kemudhorotan. Agar seminimal mungkin tidak ada yang terugikan termaksud diri saya.
Maka waktu yang tersisa tinggal beberapa hari. Awal bulan depan saya harus menyampaikan hasil pertimbangan saya dan menyatakan keputusan saya. Saya amat berharap keputusan yang saya buat merupakan hasil pertimbangan yang matang, dan tidak semata-mata hawa nafsu saya sebagai manusia.
Bismillah..
Semoga saya bisa memberikan keputusan yang terbaik.
Jakarta, 25th March 2013