maka setelah dua bulan ini aku mempunyai sebuah persepsi baru. bahwa menjadi fasilitator itu lebih sulit dari bayangan fasilitator yang melekat di pikiranku sebelumnya. bahwa tidak hanya sebagai guru, yang selalu memberikan materi dan menjadi panutan. tapi bagaimana bisa membuat lecutan keingingtahuan dari anak2, bagai mana mamancing kreativitas anak2, bagaimana untuk membuat anak2 bisa belajar dari peristiwa yang terjadi disekitar mereka.
dan sering kali, aku yang banyak belajar dari anak2 itu..
ternyata tidak melulu menggunakan sistem teacher certer learning, tp sering kali student center learning yang dipilih.. meski seringnya kami belajar dari alam dan peristiwa yang terjadi sehari2..
maka aku harus lebih kreatif, bagaimana agar anak2 bisa lebih kreativ dan bisa melejitkan potensi mereka..
Annisa Rachma, English Facilitator in Sekolah Alam Indonesia
*repost dr http://annisamufidah.wordpress.com/2010/12/12/menjadi-fasilitator/
wah deket rumah nih ^^
ReplyDeletelam kenal
Sou y..
ReplyDeleteWah keren..
^_^bd
@3studio..
ReplyDeletesalam kenal jg..
rumahnya ciganjur?
@tarkhiena
yg keren itu ank2nya mb..
karena dididik guru yang keren..
ReplyDelete^_^bd
iyah say ^^...
ReplyDeleteaku seh pernah lihat bangunan sekolahnya dari luar..
attractive banget.. beda dari yang lain..
tapi kalau bener kurikulumnya seperti yang kamu bilang. It is completely awsome school ^^
it's amazing
ReplyDeletejadi inget waktu di Ar ridho...
@tarkhiena..
ReplyDeleteguru disana keren2..
@studio..
hu um..
amazing skul
@bang fadhil..
ternyata lbh seruw dr ar ridho,in..
ap kbr ukh?kangen sangath
ya pastinya....
ReplyDeletealhamdulillah bae nis...
insya Allah main tgl 20 mw sidang
doain ya...
meski kau tak disini ku nanti slalu doa mu
:D
InsyaAllah aku berdoa untukmu, sista..
ReplyDeleteluv u so..
^^