Sunday, May 2, 2010

tau segalanya vs g tau sama sekali

sebuah pertanyaan terlontar, mending jadi orang yang tau segalanya atau jadi orang yg g tau sama sekali?

mayoritas menjawab dengan "tergantung" atau milih ditengah2. maksudnya menjadi orang yg tau lah, g perlu mengetahui bnyak2, tp jg bukan berarti g tau sama sekali. yee, kalu itu mah g ada di opsi. g bole jadi abu2, harus punya pilihan.

menjadi orang yg tau segalanya.. hmm, sepertinya menyenangkan. kesannya seperti orang yg up to date, nara sumber, semua informasi yg berkembang diketahui sampe sangat detail. klu kuliah, dya selalu dijadikan rujukan dan tempat belajar temen2nya. bahkan mpe jadi tempat diskusi yg menyenangkan wt dosennya. IPKnya pasti tinggi, nyaris 4 aatau terancam cumlaude. punya posisi yang amat penting dilembaganya.

tp godaannya berat. menjadi tau segalanya mendekatkan diri dengan sombong dan mudah menganggap remeh orang lain. tau sering juga menjadi serba salah. misalnya kita tau klu si A tidak disukai teman2nya. tp disatu sisi si A merupakan teman kita juga. jadi serba salah kan? klu g kuat dengan tekanan "menjadi tau segalanya", hal terburuk adalah stress berats..karena g tahan dengan espektasi orang lain yang amat tinggi terhadap dirinya.

menjadi orang yg g tau sama sekali.. hmm, ini juga sulit. karena berasa bgt ky orang paling kuper, paling bodoh sedunia. semua orang tau informasi, tp kita enggak. duh, kerasa bgt klu kita begitu kecil. dan hal ini mendekatkan diri kita dengan yg namanya minder atau jiper atau rendah diri. belum apa2 udah ketakutan duluan. kesannya looser bgt lah.

tp dengan g tau sama sekali, itu mendorong kita untuk terus belajar dan terus berusaha. dan kita jadi orang yg g muluk2. sederhana tp visi kedepannya jelas. hanya ingin menjadi lebih tau. simpel bgt kan?

nisa pernah dihadapkan dengan kedua situasi diatas, saat kita menjadi tau segalanya, dan saat kita menjadi orang satu2nya yg tidak tau sama sekali. dan itu g cuma sekali.

seorang teman (A) melakukan sesuatu yg tidak menyenangkan kepada orang lain (B). padahal keduanya adalah temen nisa, dan keduanya merupakan orang yg baik. si B menyampaikan semua hal buruk yg diterima dari si A, padahal B tidak kenal dengan A. dan ternyata yg menjadi permasalahan adalah seorang buaya (si C). dan lagi2, C juga temen nisa. haduh2, nisa jadi serba salah. karena nisa tau bgt baik A, B, atau C beneran merupakan orang yg baik. dan nisa mengetahui rahasia diantara mereka. membuat nisa menjadi tidak bisa objektif dalam bersikap dengan ketiganya. nisa jadi pusing sendiri.

kasus lain, nisa g terlibat dalam lembaga X. tp sekeliling nisa merupakan orang2 yg terlibat dalam lembaga X, baik yg cm anggota biasa bgt (AB2 duns, hehehehe.. piss y kom.^^) mpe yg merupakan majelis syuro alias dewan petimbangannya.. jadi berasa cengo bgt n buta sama sekali. parahnya, terutama para tetuanya, seringkali membicrakan hal2 khusus lembaga X yg nisa yakin sebenernya rahasia dideket nisa. y uda kek, klu mang itu masalah khusus, terlebih lagi rahasia, mbok ya jgn diungkapkan deket2 orang lain. pada tsiqoh amat siy ma nisa. klu ternyata nisa mata2 gmn, hayo? hehehehe..

so, mau pilih mana. menjadi yg tau segalanya atau yg sama sekali g tau?
^^

http://annisamufidah.wordpress.com/2010/05/02/tau-segalanya-vs-g-tau-sama-sekali/

3 comments:

  1. postingannya menjadi dua mbak..
    pasti lagi lemot koneksi ya..?


    semakin kita mengerti banyak hal, maka semakin sedikit yang kita mengerti

    ReplyDelete
  2. kalo soal ilmu,maux bny tau. Kalo mslh khusus pribadi org walau tau pura2 bodo aja ah kalo g dtny pndpt lsg.
    hehe... Yah, wp, kalo bs mau d follow nie... Jzfs

    ReplyDelete
  3. @roebyarto
    iyah, koneksi eror..
    sumimasen..

    @indri
    seneng bs berbagi...^^

    ReplyDelete