Saturday, May 29, 2010

Belajar dari sebuah pensil

syapa yg ga tau pensil? atau belum pernah liat pensil itu apa? kekekeke, apa sebegitu canggihnya teknologi, mpe kita ga tau apa itu pensil? *lebay sangat.. ^^

pensil itu alat tulis, terbuat dari sepotong kayu yg tengahnya mengandung karbon (walopun klu pensil mekanik mah ga dari kayu, tp plastik atau besi yg berbentuk sedemikian rupa menyerupai pulpen. tp tetep ajah isi pensilnya dari karbon). yg ketebalan hasil bekas goresannya ada macem2, dari mulai yg amat tipis dan halus hingga yg amat tebal. bahkan untuk mengisi lembar jawaban komputer saat ujian, ada ukuran ketebalan bekas goresan yg telah ditentukan.

apa yg bisa kita pelajari dari sebuah pensil?

1. bahwa pensil, saat digoreskan membentuk tulisan atau gambar, pensil itu tidak berjalan sendirian. ada tangan yg menggerakannya. ada otak yg mengontrol agar tangan menggerakkannya. begitu pula kita. manusia ibarat pensil, yg tidak akan berjalan sendirian. ada "tangan" yg membimbing langkah2 kita. Ia lah Allah SWT, Sang Pembimbing.

2. dalam perjalanannya, pensil perlu diraut agar menjadi tajam. bukankan lebih enak menulis dengan pensil yg ujungnya tajam. maka dalam kehidupan, kita perlu "diraut" agar menjadi tajam. ujian dan cobaan adalah tempaan agar kita menjadi tajam dan siap menghadapi cobaan2 kehidupan. ujian dan cobaan akan menjadikan kita pribadi yg lebih baik.

3. saat menggunakan pensil, sering kali kita berkesempatan untuk menggunakan penghapus untuk memperbaiki goretan2 yg telah kita buat. sehingga menghasilkan goretan yg lebih baik lagi. dalam hidup juga sama, taubat dan istighfar adalah "penghapus" perbuatan2 kita yg salah sehingga kita bisa memperbaiki perbuatan2 kita. maka kita akan menjadi lebih baik dalam bertingkah laku.

4. taukah bagian terpenting dari sebuah pensil? seperti apapun pensil, bagian terpentingnya adalah karbon yg berwarna hitam yg berada didalamnya. lukisan diluar kayu dari pensil, hiasan2 yg menempel pada pensil, model dari suatu pensil, itu bukan apa2. itu hanya hiasan saja. maka sebagai manusia, bagian terpenting dari manusia adalah hatinya. yg terlihat diluar hanyalah tipuan, ilusi dan hiasan saja. yg paling menentukan adalah hatinya.

5. pensil saat digerakkan akan meninggalkan bekas, jejak, goretan2. manusia dalam berkehidupan pun akan meninggalkan bekas, jejak, goresan2 juga. maka bagaimana agar kita dapat meninggalkan jejak yg baik. bukan malah meninggalkan sesuatu yg tidak baik. sehingga generasi setelah kita dapat mengambil kebaikan dari apa2 yg kita tinggalkan.


*materi perdana, pertemuan yg selalu kurindukan. dengan suasana yg amat berbeda, tp aku ga kecewa. karena proses ini telah mengajarkan ku untuk menjadi pribadi yg tidak materialistis, dan tetap mandiri dalam belajar.

http://annisamufidah.wordpress.com/2010/05/29/belajar-dari-sebuah-pensil/

4 comments: