beberapa waktu yg lalu, saat nisa sedang membuka fezbuk, ada sebuah kabar terbaru yg terbaca dibagian beranda,(kira2 tulisannya bgini)
miss.x has written something on miss.y's wall : makasiy y sudah nge add. alhamdulillah sekarang mb sudah menikah. walopun preman2 gini, alhamdulillah mb masiy bisa menikah dengan seorang ikhwan yg sholeh, dengan cara yg "syar'i" insyaAllah
kira2 seperti itu tulisannya, maaf klu ternyata salah krn nisa bukan org yg pandai mengingat2 secara cermat. tp intinya seperti itu.
kalimat yg amat menohok menurut nisa, yg mungkin akan lebih baik jika tidak disampaikan oleh seorang da'i seperti miss.x.
fyi, miss.y merupakan seorang akhwat disebuah universitas ternama, aktifis tulen, punya track record organisasi yg amat cemerlang, kondisi halaqoh yg amat sehat, da'awinya pun sehat. namun miss.x mendapat cobaan. interaksi yg "cukup dekat" dengan mas'ul diwajihahnya, mengundang banyak fitnah. hingga kemudian sang ikhwan menjatuhkan pilihan untuk menikahi miss.y, sebagai jalan keluar dari fitnah yg berkembang. dengan memilih jalan ini, sepasang manusia ini pun telah siap dengan konsekuensi tidak dihadirinya walimahan mereka oleh saudara2 mereka, termaksud murrobbi dan murrobbiyah mereka.
kejadian ini sudah berlangsung lama, hingga kemudian beberapa minggu lalu nisa membaca sebuah tulisan mengejutkan di fezbuk.
agak kaget membacanya, karena nisa mengenal siapa miss.x dan miss.y dengan baik. saat fitnah itu berkembang, nisa berada dalam bagian wajihah yg sama dengan miss.y dan mas'ulnya. dan nisa tau pasti bahwa miss.x merupakan salah satu org2 terdahulu yg membangun dakwah dikampus tersebut.
diluar dr permasalahan finah interaksi miss.y dan mas'ulnya, yg jelas nisa amat mempertanyakan. apakah hukuman boikot walimahan itu tidak cukup, sehingga miss.x mngeluarkan kata2 itu pada forum umum? nisa g bs membayangkan bgmn perasaan miss.y saat membaca tulisan itu pada wall fezbuknya.
nisa nyadar ko, klu nisa orang baru dalam barisan ini. baru sekitar 4, 5 tahun, masiy seumur jagung untuk bs mngerti sistem ini dengan baik. nisa jg bukan bagian para petinggi2 dakwah, yg sudah mengeluarkan keputusan yg terbaik untuk jama'ah ini dengan syuro. nisa bukan siapa2. tp sungguh nisa g ngerti, sampai kapan hukuman akan terus diberikan kepada miss.y dan suaminya?
bukankah ketika seorang sahabat yg dihukum karena tidak bersegera menyambut seruan jihad, setelah menerima hukuman dikucilkan selama beberapa puluh hari, kemudian dimaafkan dan diterima kembali oleh Rosulullah dan para sahabat??
wallohu'alam bisshowab..
_nisa, yg masiy miskin ilmu dan harus bnyak belajar_
Ga sharusñ emang...
ReplyDeletegak seharusnya sampai boikot segala.. kalo gak nikah tp sering brduaan,mesra2an,itu yg seharusnya diboikot..
ReplyDeletebahkan tak menghadiri undangan pernikahan,itu bukan tindakan yg islami. bukankah hak muslim bg muslim yg lain,salah satunya adalah menghadiri undangan jk diundang.
wah, ga bijak bgt tuh ky gitu. hancurkan aja peraturan itu!!! *gila, smangat bgt lo Da*
ReplyDelete@mb hani..
ReplyDeleteiy mb..
harusnya yg pada htsan itu yg diboikot..
tp setelah menikah pun pandangan org masiy miring jg (gt yg nisa tangkep).
ko sampe segitunya y??
@ aida..
ayo da, hancurkaaaaaannnn !!!
^^
hahaha....
ReplyDeletecurhat: aku dulu diputihkan *bahasa halus dr dikeluarkan* lo dr tandzim kampus. hahaha.