Tuesday, July 9, 2013

eR I eS A U ..

Sepertinya ada perubahan waktu tidur saya selama liburan ini. Saya seperti bernostalgia pada beberapa tahun yang lalu, dimana hampir tiap malam saya terjaga. Dan tentu saja dengan konsekuensi meletupnya ide didalam kepala saya, yang jika tidak segera saya tuangkan, maka akan menguap begitu saja. Yah, bisa jadi ini cara "meraut pensil" yang sudah lama terbiarkan tumpul.

Akhir-akhir ini saya risau. Bukan, bukan seperti anak-anak sekarang yang galau tanpa alasan (mulai ketahuan perbedaan usianya, hehehehe). Saya merisaukan sesuatu, yang entahlah kapan saya akan tiba masanya. Saya merisaukan "kedewasaan".

Mungkin yang sering berinteraksi dengan saya tau persis siapa saya. Mengutip perkataan seorang rekan, bahwa saya adalah Tipe C yang sangat sanguinis. Meski tak selamanya saya menjadi C, diwaktu-waktu tertentu saya pun menjadi Tipe A, yang pendiam, berpikir, dan tertutup. Tergantung siapa lawan interaksinya.

Saya adalah seorang sanguinis.

Mungkin saya terlihat amat ceria, terbuka, pokoknya mah nothing to loose, lah. Tapi sesungguhnya, jika malam tiba *tsaah, saya memikirkan apa yang saya lakukan seharian. Saya memanggil kembali ingatan saya hari itu, meski saya akui tidak banyak yang bisa saya recall, hanya bagian-bagian tertentu yang saya anggap penting, dan saya amat noticed didalamnya.

Saya berpikir, memikirkan apa yang terjadi.

Saya merasakan perubahan terjadi dalam diri saya. Titik baliknya adalah ketika saya merantau. Saya mendapat banyak pelajaran yang berharga dari merantau. Merantau membuat saya berpikir, merantau membuat saya menemukan diri saya, yang mungkin berbeda dengan yang tampak.

Mungkin saya naif. Tapi saya tidak sedang berpura-pura, apalagi bermuka dua. Saya yakin orang lain pun punya sisi lain dalam dirinya, yang bisa jadi tidak banyak orang lain tau.

Saya beri sebuah contoh agar mudah dimengerti.

Saya mempunyai seorang kawan, saya mengenalnya dari dunia maya (tapi orang ini nyata kok ^^). Saya awalnya tidak kenal, tapi dari tulisannya saya mengenal kawan yang satu ini. Saya tidak pernah berinteraksi secara langsung. Hanya sebatas tau saja. Namun, banyak teman-teman saya yang ternyata juga mengenal kawan ini. Maka secara tidak langsung saya terhubung dengannya. Saat itu saya mengenalnya dengan segala hal yang kurang baik, bagi saya dan kawan saya ini

Kemudian karena satu dan lain hal, saya bertemu dengan kawan ini. Tidak hanya sehari, dua hari, saya bahkan sudah beberapa kali berperjalanan dengannya. Maka saya mulai mengenal lebih kawan saya. Yah, berperjalanan membuat orang mengenal lebih jauh siapa kita. Ada hal yang baru kemudian saya ketahui tentang kawan saya setelah kami 1 perjalanan. Ada sisi yang selama ini kurang saya pahami,kurang saya ketahui dengan baik. Dan sampailah pada 1 kesimpulan dari segala pemikiran panjang tentang kawan saya, bahwa saya kurang mengenalnya.

Proses saya mengenal kawan saya misalnya, bagi saya merupakan sebuah alur kedewasaan bagi diri saya pribadi. saya benar-benar memposisikan diri seperti layaknya orang yang belajar. Yah, saya sedang belajar berproses menuju kedewasaan. Bahkan ketika saya mulai menerima diri saya yang anak tengah dari 3 bersaudara perempuan semua, ya, itu juga proses pendewasaan saya.

Saya menikmati diri saya yang periang, ceria, jarang sekali marah, open minded. Dan saya pun menikmati diri saya yang berpikir, mendengarkan, dan memilih diam. yah, itulah saya.

Malam ini akhirnya saya putuskan untuk menuliskan sebuah kerisauan saya akan kedewasaan. Saya sedang menjelangnya, yang membaca tulisan saya pun bisa jadi sama dengan saya, sedang menjelangnya (atau mungkin beberapa sudah lewat). Proses menuju kedewasaan mungkin sangat panjang dan bisa jadi tidak mudah, namun saya siap. Saya akan menyiapkan diri saya dengan sebaik mungkin, dengan berbagai perbekalan yang selama ini saya peroleh (dari belajar, dari pengalaman diri sendiri dan orang lain, dari mana saja).

Karena saya ingin proses ini berjalan dengan indah.




In the middle of the night, 9th July 2013 at 00.18
Nisa Rachma

2 comments: