Rencana pendakian telah terlontar sejak awal semester ini, sepulangnya "kami" (beberapa orang yang juga ikut mendaki) mendaki Gunung Gede. kami pun melakukan beberapa kali pertemuan untuk mempersiapkan keberangkatan. Dari 4 kali pertemuan, akhirnya memutuskan jumlah peserta yang berangkat sebanyak 10 orang, keberangkatan dilakukan menggunakan 2 mobil pribadi, dll
Kami berangkat pukul 22.00 dan tiba di Kuningan pukul 04.00 keesokan harinya. Mr.Luthfi alhamdulillah mempunyai seorang kerabat disana, jadi kami mampir dulu, sekalian sarapan. Pukul 07.30 kami berangkat menuju Palutungan, Tempat awaal start pendakian. ya, salah satu hasil pertemuan kami adalah kami akan berangkat lewat Palutungan dan berputar turun melewati jalur Linggar Jati.
Pendakian kaali ini membuat saya sedikit gugup. Jalur pendakian kali ini berbeda dengan jalur pendakian sebelumnya. kami harus membawa stok air minimal 5 L setiap orangnya karena berbeda dengan Gunung Gede, Gunung Ciremai tidak ada sumber air sampai di puncak. dan dengan ketinggian sekitar 3078 mdpl ditambah dengan jalur yang lumayan ekstrim, akan membutuhkan usaha yang lebih keras dari sebelumnya. Bismillah, saya pun meneguhkan diri.
Kami mulai mendaki sekitar pukul 08.30 (tanggal 25 Desember 2011). Jalur palutungan lumayan landai pada awalnya. kami terus berjalan menusuri jalur pendakian. Hujan sempat mengguyur meski sebatas gerimis dan hujan-hujan kecil. Sempat juga hujan turun agak deras sehingga kami memutuskan untuk menggunakan raincoat. Kami terus berjalan hingga pukul 16.30, dimana kami tiba di Shelter Pasanggrahan. karena merasa kelelahan, ditambah basahnya baju yg kami kenakan, kami pun memutuskan untuk bermalam : mendirikan tenda, berganti pakaian, memasak makanan untuk makan malam. Tadinya kami berencana nginap di Goa Walet, tapi apa daya, kami sudah cukup lelah.
Ada kejadian lucu. kami rencananya membawa 3 tenda : 2 tenda untuk bapak-bapak dan alumni, 1 tenda untuk yang perempuan. Tapi saat carrier dibongkar, kami menemukan 2 tenda dengan 3 rangka. ternyata 1 tenda tertinggal di sekolah. Alamat bapak-bapak akan tidur diluar tenda dan menikmati dinginnya udara gunung. hehehhehe
Keesokan harinya (26 desember 2011) setelah sarapan, sekitar pukul 07.30 kami berjalan kembali. Semakin tinggi, saya merasa udara semakin tipis dan mulai terasa sesak. Alhamdulillah Renggo membawa Ventolin sehingga lumayan mengurangi rasa sesak yang say rasakan. Sepanjang jalan, saya berusaha mengatur nafas, menyelaraskan langkah perlahan tapi pasti. Hingga saya tidak sadar, betapa indahnya pemandangan menuju Puncak Gunung Ciremai. Finally, pukul 11.00 kami tiba di Puncak.
Suhanallah, pemandangan di puncak begitu indah, Kami seperti berada di negri di atas awan. semua begitu indah. Saat kabut tersingkap sementara, kami juga melihat indahnya kawah Gunung Ciremai yang kehijauan.
kali tidak berlama-lama di puncak, karena kami harus menempuh perjalanan turun yang masih panjang..
_bersambung_
How a great tracking to the top of Ciremai Mountain!!!
ReplyDeleteI really want to join, but
unfortunatelly I can't ;(
I'm waiting for the great story...
you're right Miss Endah..
ReplyDeleteI Learnt so much on this Journey.
it was phisically tired, but so meaningful.
Next time you have to join us..
It will be pleassure if you join us..
^^
fhotonya mana, nis?
ReplyDeletemasi dkameranya renggo,bu ce ai..
ReplyDeleteOwh,,, wah sering naik gunung bersama guru-guru sekolah yah..
ReplyDeleteDi ceremai, ga ada sungai di atas. Ho oh, waktu saya ke ceremai pun, tiap orang harus bawa 5-6 liter di carier masing2.
Klo di TNGP kan bisa ambil di kandang badak dan di puncak.
Ka ai pengen banget tuh diajak naik gunung, mba nisa. :)
iyah,guru2 sering ngajak naik gunung atw kgiatan outdoor..
ReplyDeletekmrn pas k gn.gede qt bs ambil air dmn aj,bnyk sungai atau pnampungan air lainnya..dsurken aj mudah ngdapetin airnya..
kmrn ai ud q ajak,tp ktnya masi dgorontalo.
jd yg ikt cm nunu aj..