Sudah beberapa hari dalam seminggu ini saya lalai terhadap waktu. ditinggal mudik orang tua, saya bahkan terlambat ke sekolah sampai 2 hari berturut2. selain itu banyak agenda saya mendadak berantakan dalam sebulan terakhir ini.
Rumah saya memang jauh, tapi saya jarang terlambat ke sekolah.
Rumah saya memang jauh, tapi saya menikmati bangun pagi2 dan berangkat sekolah pagi2 buta.
rumah saya memang jauh dan membuat saya sering terlambat mengkaji ilmu, tapi hati saya merasa bersalah dan semakin hari saya berusaha untuk semakin pagi lagi, semakin awal lagi dan saya berusaha melakukan hal tersebut tanpa diantar Bapak saya tercinta.
Saya memang seseorang yang Random-Absrak, yang kurang termanage dengan baik. Yang suka menjalankan sesuatu dengan spontan dan tidak berpikir panjang. Tapi saya selalu berusaha untuk membuat "to do list", yang membantu mngingatkan saya atas apa2 yg harus saya kerjakan.
Hari ini saya terlambat. Saya juga tidak memperhitungkan waktu Presentasi Lesson Plan hari ini. Padahal saya sudah mempunya janji dengan kaka saya siang ini. Karena kurang terencana dengan baik, ditambah kurangnya saya memperhitungkan kondisi jalanan yang pasti sangat memakan waktu, saya tidak berhasil menepati janji.
Saya bahkan sudah naik ojek untuk menyingkat waktu. saya berusaha mengambil jalur tercepat dan tersingkat untuk mengejar janji saya. tapi apa daya. Saya kalah, dikalahkan oleh waktu. saya gagal menepati janji. saya melakukan perbuatan yang mubadzir. saya tidak bisa menahan emosi. saya kesal dan marah terhadap diri saya.
saya kemudian beristighfar, mohon ampun dan mencoba berpikir, mengkontemplasi atas apa yang terjadi dengan saya. Saya mencoba berdamai dengan diri saya. saya berusaha menggali hikmah yang tercecer.
Sungguh, teguran dari W A K T U menyadarkan saya atas kesalahan2 saya selama ini terhadap waktu. dan saya bersyukur, Allah menegur saya lewat WAKTU di saat beberapa jam menjelang Ramadhan, agar saya senantiasa aware terhadap W A K T U..
*yang membuat saya marah bukan karena saya tidak menonton film ini, tp karena saya tidak berhasil memanage waktu dengan baik, memubadzirkan uang, dan tidak bisa menepati janji dengan kakak saya siang ini :( _
Srengseng, beberapa jam menjelang Romadhon 1432 H

uh..jleb
ReplyDeleteini mengingatkan diri nisa sendiri, mb..
ReplyDeletebiar ga lalai lagi ma waktu..
*tertampar
ReplyDeleteduh, ga maksud nampar rama ko..
ReplyDeletebeneran deh..
tadinya mau nonton HPDH2 yaa nis?? tulisan yang sangat bagus. muhasabah di malam hari sebelum memasuki ramadhan.
ReplyDeleteiyah ai..
ReplyDeletetiket ud ditangan..
tp aku krg perhitungan terhadap waktu tempuh, jarak tempuh, dan perkiraan waktu pertemuan dengan orang tua..
jd muhasabah sendiri..
*jadi malu, dipuji ai..
Problem yang merata, ya?
ReplyDeletebermasalah dengan waktu juga, bang tofan?
ReplyDeleteOyi. Manajemen waktu yang masih berantakan.
ReplyDelete#tossdarijauh
ReplyDeletesepertinya memang harus aware n mencoba berkompromi dengan waktu..
*nasehatin diri sendiri
waktu itu:
ReplyDelete- tak dapat diganti
- melenakan
- momentum
[Satria Hadi Lubis]
berdamai dengan waktu :)
akhirnya jadi terpaksa naek ojek deh
ReplyDelete*istighfar jg tuh
filmny myedihkn bu...
ReplyDeleteheru..
ReplyDeleteyup sy sdg brusaha bdamai dgn waktu.tmaksud saat ini..
om adam..
ayah nisa marah bgtu tau nisa naik ojek.. :(
pak dod..
sy blm akan nonton sblm bs bdamai n mnyeleseikan mslh dgn wkt
ya bsk jgn diulang lg
ReplyDeleteAyo ditebus. Menjadikan satu satuan waktu sbg satu satuan amal. Atau lebih..
ReplyDeleteom adam..
ReplyDeleteiyah om..
ka iqbal
ide bagus.makasiy ka
harpot 3D ya kak?
ReplyDeletesedikit serupa, masalah dengan waktu :(
nice post
yup harpot 3d..
ReplyDeletemakasiy chan,
yuk bdamai dgn waktu..^^
Inspiring n' Remembering...nice post...^_^
ReplyDeletemakasiy bu "ce' ai"..^^
ReplyDelete.... dan waktu masih jadi masalah yang sama untukku nis. let's start with the simple thing that we do everyday: sholat. bismillah.
ReplyDeleteyup,dr hal2 tkecil bkompromi dgn wkt
ReplyDelete