Friday, June 3, 2011

dari OTFA ke OTFA

Dari bulan Februari - Awal Juni ini saya sudah mengikuti 3 OTFA (Out Trekking Fun Adventure)-sebuah kegiatan outdoor yang merupakan puncak dari pembelajaran Out Boun di Sekolah Alam Indonesia- yang dilakukan di tiap2 level : SL, SD, Pre School. Sebagai new comer, saya merasa senang dan mendapat banyak pelajaran dari ketiga OTFA yang saya ikuti. Dengan amanah sebagai PAK (Pendamping Anak Kelompok), saya banyak belajar, terutama dari alam dan anak2.

Menjadi PAK di tiap OTFA di masing-masing level memiliki tingkat kesulitan sendiri2.

1. OTFA SL (Susur Pantai Cibangban-Sawarna)
di OTFA ini, saya menjadi PAK dari Fida, Afnan, Taqiya, Nanda, Nadia. Mereka siswa kelas 7 dan kelas 8. Menjadi PAK di OTFA SL ini menntut saya menyiapkan fisik yang prima dan semangat yang ekstra. Ya, karena saya akan menempuh rute yang cukup jauh dan senentiasa menyemangati anak-anak dikelompok saya agar terus berjuang menyusuri pantai. Anak-anak SL sudah mandiri, mereka sudah bisa menyiapkan tenda dan perlengkapan lainnya, memasak makanan, packing barang2 dan perlengkapan lainnya. dan tugas utama saya sebagai PAK adalah menyemangati mereka. Karena perjalanan panjang ini butuh daya tahan dan semangat juang yang tinggi. Lelah memang, makanya dibutuhkan fisik yang luar biasa prima. 

2. OTFA SD (Trekking at Gunung Bunder, Pasir Reungit, Bogor)
di OTFA ini, saya menjadi PAK dari kelompok Jamal : Andhika, Hanifah (tidak ikut karena sakit), Alya, Athaya, Zahra, Sarah, dan Kireina. Untuk OTFA ini selain persiapan fisik, sya juga membekali diri dengan keterampilan survival. Sejujurnya, saya bahkan belum pernah mendirikan tenda sendiri sebelumnya. Dan saya harus belajar. Karena di OTFA ini saya akan bermalam bersama anak-anak. Alhamdulillah sebelum OTFA, saya dan fasilitator lainnya diberi pelatihan dari mulai pelatihan savety procedure, tali-temali, mendirikan tenda, serta jambore guru. 
Di OTFA ini tugas yang diberikan semakin berat. Saya harus memastikan anak-anak saya makan tidak terlambat, tidak kekurangan makanan, mendampingi mereka, memastikan mereka tidur dalam keadaan bersih dan kering, bersama2 anak2 menyiapkan makanan, dll. Tapi saya senang, meski saya harus mengasah kemampuan saya mengurus anak-anak. Walaupun sebenarnya mereka sudah mulai mandiri, tapi mereka tetap anak-anak. Dan tugas saya untuk mendampingi mereka.

3. Mini OTFA Pre School (at Sekolah Alam Indonesia)
Jangan salah, bahkan anak2 pre school pun tak mau kalah. mereka pun berkesempatan melakukan seperti yang dilakukan kakak-kakaknya, dengan porsinya sendiri tentunya. Mini OTFA ini yang paling Gress, baru saja dilaksanakan dari tanggal 1 Juni hingga 2 juni kemarin. Untuk Play Group dan TK A, dilaksanakan dari mulai jam 15.00 hingga 19.30, sementara untuk TK B selesei hingga keesokan harinya jam 07.30.
Bagi saya ini OTFA yang terberat. sekitar 5 jam saja saya mendampingi Mima, Aam, Asqi, Izul, Isaac yang tergabung dalam Kelompok Patin rasanya bagaikan olahraga seharian. Menemani mereka bermain, makan snack, jelajah malam membutuhkan ekstra energi. sya sampai bermandikan keringat dan "nge-badut ria".

Snack Sore di tenda

Isaac dan "kamera" baru nya

Izul.^^

Mima..:)

Pengalaman baru lainnya adalah saat harus meng-istinja-i anak2 yang ingin pipis. sya juga belajar memakaikan celana mereka. dan ilmu terpenting yang saya dapatkan dari OTFA Pre School ini adalah Ketulusan hati. Anak-anak akan tau apakah kita benar-benar tulus atau tidak kepada mereka..

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk mendampingin anak-anak melakukan OTFA. Semoga anak-anak pun merasa senang menjalani OTFA, seperti saya..

_Miss Nisa_

6 comments:

  1. kekekke..

    sabar ka..

    kan ka wi juga sering melakukannya. klu nisa pan baru2 ini ajah bs trekking..
    ^^v

    ReplyDelete
  2. iyaahh mb..
    seruw sangaatthh..

    ditempat mb yun juga seruw kan?^^

    ReplyDelete
  3. keren.. seruww..
    salut bwt skolah alam pokoknya b^^d

    ReplyDelete