Thursday, October 28, 2010

Sumimasen, Rey

Namanya Reyhan. nak kelas 4 Costae ini berkesan bagi Nisa. Reyhan suka ribut di kelas, di masjid saat mau sholat atau saat berdzikir. namun rey dimataku begitu spesial..

memang Rey suka bikin keributan, namu Rey begitu ramah. jujur saja, Nisa belum bisa mengambil hati nak2 kelas 4 baik Costae maupun Thorachal. Dan jam pertemuan kami yang setelah Dzuhur, yg artinya saat anak2 lelah bermain, selepas makan siang, membuat suasana belajar kurang kondusif. Dan tema selama beberapa pekan terajhir ini cukup membosankan untuk mereka jika kita tidak pandai2 berkreatifitas dalam meramu materinya.

rey suka memanggil namaku, bahkan untuk memberitahukan hal2 yang kurang penting sekalipun. dan aku terharu karena Rey senang menyampaikannya padaku, meskipun aku masi dalam hitungan baru.

aku memang belum terlalu mengenalnya secara mendalam, namun keramahannya membuatku berkesan.. dan aku menyanyangi Rey seperti aku menyayangi anak2 lainnya, yg walopun mereka sering bersikap sangat aktif, ekspresif, dan mencari perhatian berlebihan namun aku tetap menyayangi mereka. yah, anak2 dengan keunikannya..

hari ini pertama kalinya aku belajar dikelas 4 costae seara terpisah. dengan terpisah, maka diharap bisa lebih fokus dan mengkontrol anak2 dengan lebih baik. namun, waktu belajar yg kurang kondusif ternyata masi berpengaruh. tapi kali ini aku memutuskan untuk tak banyak bicara, hanya memberikan kebbasan mereka untuk memilih, apakah ingin belajar atau tidak.

Awalnya Rey bisa ku kontrol dengan baik, dya menurut untuk tidak menggambar dan tidak membuat kegaduhan. Namun Rey, tetap seperti abak2 lainya, yg gampang terpengaruh melihat temannya bermain. Maka Rey memutuskan untuk meminta temannya membuatkan sebuah mainan dari kertas.

sepertinya siang ini alah satu cobaan untuk ku, karena siang ini aku menjadi "kolektor kertas" karena berhasil mengumpulkan banyak kertas yang digunakan anak2 untuk membuat bola2 kertas, pesawat2an, arena menggambar, maupun "chatting" via kertas.

dan aku pun melakukan hal yg sama kepada Reyhan. Aku pinta ia untuk menyerahkan mainan kertas miliknya. awalnya ia menolak, namun aku menegaskan sebuah peraturan, bahwa ada saatnya aku harus tegas dan tidak bisa ditawar. bahwa permintaanku, demi kebaikan, maka harus dilakukan, suka atau tidak. dan rey pu memberikan mainannya dengan muka tidak senang.

Reyhan marah padaku, rey mengambek. ia tidak mau belajar. Ia terlihat akan meangis, merajuk, sambil merobek lembaran kertas syai lagu yg digunakan untuk Listening dipertemuan lalu. Rey marah, dan aku sakit.. Hati ini terasa sakit sekali. dan kali ini aku yg hampir menangis, namun tak ku lakukan dihadapan anak2. Rey tak mau ku ajak berbicara, membuatku tambah hancur. maka kuputuskan untuk membiarkannya sementara waktu.

Walaupun kemudian Rey tetap menjawab pertanyaan yg kuajukan saat aku melempar pertanyaan kepada anak2 yg lain, namun sepertinya ia masiy marah padaku. saat kelas usai, Rey tidak lagi menunjukkan mainan barunya ( yg kemudian kuputuskan untuk mengembalikannya sambil berharap agar Rey tak lagi marah padaku) walaupun ia tetap mengiyakan saat kupinta ia untuk tidak lagi bermain disaat belajar..

Rey,,
aku lakukan semua itu karena aku menyayangimu. Aku tidak pernah bermaksud ingin menyakiti hatimu, apalagi memarahimu. Tidak.. Percayalah bahwa aku melakukannya karena aku peduli pada mu..


*semoga esok Rey tidak marah lagi

4 comments:

  1. aamiin
    ^^

    nisa..
    proud of u
    u've totally changed
    hehe

    ReplyDelete
  2. harus bersabar dengan anak-anak yang dibesarkan di alam. namanya juga sekolah Alam.
    Noh anak arridho aja super duper hiper

    ReplyDelete
  3. dibesarkan di alam?
    bukan, rey punya background senri yg khusus.. makanya dya spesial..
    tp keramahannya yg bikin hati tersentuh, pak...

    yg jelas, banyak belajar dr anak2 sai..

    ReplyDelete