Saturday, October 16, 2010

Ila Ukhti NIta, yg ku sayangi karena Allah

Ukhti..
Aku teringat 5 tahun yang lalu saat kita bertemu disebuah rumah mungil berwarna hijau didaerah bernama Bulusan. Sejak hari pertama pertemuan kita sampai sekarang, aku merasa bahagia telah bertemu denganmu, dipersaudarakan denganmu dan ke-6 saudara lainnya. Dirumah mungil yang kemudian kita beri nama "Al Quds" itu segalanya bermula.

Aku belajar menjadi lebih baik darimu, bagaimana sama-sama berlomba-lomba dalam kebaikan. Aku belajar bagaimana berIslam secara utuh darimu. Kuberi tau suatu rahasia, bahwa sejak awal pertemuan kita aku begitu mengagumimu. di mataku, kau adalah sosok wanita sholehah. kau tersentuh Hidayah lebih dulu dari aku. kau menjadi muslimah seutuhnya, dan aku begitu iri. saat aku masi terjebak dengan duniaku, Islam telah lebih dulu mewarnai hari-harimu. sungguh aku iri..

tapi kemudian banyaknya perbedaan tak menghalangi kau, aku, dan saudara-saudara yang lain untuk menjadi suatu keluarga. Keluarga baru untukku khususnya, yg jauh meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu dan menjalani kehidupan baruku di Semarang.

Ukhti..
Aku merasa bahagia dapat menjadi bagian dari keluargamu. Saat aku mulai merindukan keluargaku di Jakarta, kau hibur aku dan mengajakku pulang bersamamu, menikmati kehangatan keluarga yang sangat jarang kurasakan mengingat jarak yang terbentang menuju ke rumah. Bahkan Ayahmu sudah kuanggap seperti ayahku sendiri. Ibumu pun sudah kuanggap seperti ibuku sendiri. Rumahmu terasa seperti rumahku sendiri. dan semua kehangatan yang diberikan oleh keluargamu mengurangi kerinduanku akan rumah.

Menjalani amanah dikampus, aku banyak belajar darimu. Awalnya kujadikan amanah-amanah itu sebagai salah satu cara menghabiskan waktu, menghilangkan kerinduanku akan rumah. Namun kau ajarkan aku bahwa amanah itu lebih dari sekedar penghilang kebosanan dan menghabiskan waktu luang. Bahwa amanah-amanah itu akan menjadi bukti kesungguhan kita, kecintaan kita kepada Allah. Kau ajarkan aku sebuah orientasi baru dalam berkehidupan, Mardhotillah. Yah, aku belajar banyak darimu tentang amanah..

Aku pun teringat akan perjalanan kita menyegarkan pikiran dari berbagai kepenatan di kampus. bertualang ke Jogjakarta, menumpang bermalam dirumah budhemu didaerah sleman, dan kembali ke semarang dengan energi baru. atau petualangan-petualangan kita lainnya yang takkkan pernah kulupakan.

Ukhti..
saat kabar bahagia itu kau sampaikan, ada rasa haru dan bahagia yang timbul dari dalam hatiku. aku ikut berbahagia untukku. aku berbahagia atas rencana penggenapan Dien yang InsyaAllah akan kau lakukan esok pagi. Ada rasa rindu ingin bertemu denganmu, dengan keluargamu (yg sudah seperti keluargaku sendiri), dan berada disampingmu saat sebuah perjanjian suci itu dilangsungkan. Namun Allah punya kehendak lain. Aku belum bisa melepas rindu untuk bertemu denganmu, menyaksikan kebahagiaanmu secara langsung.

Hanya sebuah doa yang bisa kusampaikan untukmu dari sini, semoga kau dan calon imammu kelak dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah.

"Barokallahulakum, wa baroka'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir"

Uhibuki fillah, ukhti Nita..
dari orang yang telah dipersaudarakan denganmu,
Annisa Rachma 

*gambar dari tempat bang Vino

5 comments:

  1. @bang topan..
    makasiy..
    alhamdulillah, astaghfirulloh..

    ReplyDelete
  2. jazakillah nisa cay...
    nita bukan siapa-siapa kalau tdk bersama kalian dlm dakwah n tarbiyah.
    nita juga punya banyak cerita di benak nita yg terinspirasi dari nisa.
    sedih memang, ketika satu per satu ada best friend yg sms atau telp ga bs hadir di aqad kemarin...
    tapi, aku yakin doa kalian mengalir untuk kami...
    hingga peristiwa besar ini berlangsung dengan ringan, khidmat, dan lancar...
    jazakumullah khair atas cinta n kasih sayang yang nisa berikan
    Luph u coz Allah ^_^
    nita-hazmi

    ReplyDelete
  3. nituuuuullllll...
    aku nangis masa....
    gr2 g bs hadir di akad mu...
    gr2 blm bs silaturahim dgn keluargamu...

    klu kjkt mampir y nit...
    keluargaku kangen ma km...
    ^^

    ReplyDelete
  4. tulisannya gula banget mbak..
    ada orangnya juga disini, sekalian mw ngucapin juga :
    "Barokallahulakum, wa baroka'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir"

    ReplyDelete