Aku mengenalnya mungkin tak sebaik orang lain mengenalnya. Tapi aku bisa memamastikan bahwa ia orang yang baik, atau setidaknya ia berusaha menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Ia juga termaksud tipikal figur yang ramah. Terlihat dari kenyamanan orang-orang yang berinteraksi dengannya.
Ia berusaha menjadi orang yang lebih baik, aku sendiri melihat perjuangannya. Bagaimana ia meninggalkan apa-apa yang disukainya, atau belajar mengurangi sesuatu yang benar-benar disukainya. Bagaimana ia meninggalkan celana jeans favoritnya, atau ia menahan keinginannya untuk (meminimalisir hobinya) menonton film. Dan berbagai perubahan lain kearah kebaikan yang sedang ia jalani.
Yang ku tau dari masa lalunya, keramahan dan kebaikannya sudah dari dulu. Ia seakan memiliki magnet kuat yang membuat orang lain merasa nyaman bersamanya. Dan orang lain pun mempercayainya. Ia memang seseorang yang "enak diajak berteman". Ia teman diskusi yang cerdas, dan ia pendengar yang baik. karena tak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Makanya bukan rahasia jika banyak orang berkeluh kesah padanya, hanya untuk membagi beban atau sekedar melegakan.
maka aku bingung, ketika ia bercerita dengan raut wajah tak biasa, membagi permasalahannya dengan ku.
Ia amat merasa bersalah, pasti. Karena ia menganggap kesalahan yang terjadi dari orang lain sedikit banyak, secara langsung ataupun tidak adalah hasil kesalahannya juga. Tapi ia tidak bermaksud membela diri, ia butuh solusi.
Ketika banyak teman-temannya merasa nyaman berteman dengannya (baik laki-laki maupun perempuan), maka tak bisa dipungkiri bahwa akan ada hati yang merasa tersentuh oleh perhatiannya -perhatian yang sama, perhatian seorang teman- sama dengan perhatian yang ia tunjukkan kepada teman-teman yang lain (dengan porsi yang beda antara sejenis dan lawan jenis tentunya). Tapi mengapa hal ini timbul disaat semua orang sudah mengetahui dan merasakan kebaikan dan keramahannya? Ah, aku tidak tau..
Yang bisa kulihat darinya, ia tak seceria dulu. Akan sangat berat baginya kehilangan sahabat dan teman-temannya. Ia amat takut hal itu akan terjadi, meski ia lebih takut kehilangan cintaNya.
Maka jangan salah artikan kebaikannya. Karena memang mungkin saja kebaikan dan keramahan sudah menjadi bagian dari dirinya.
Maka jangan salah artikan keramahannya. Karena memang mungkin saja perhatiannya itu tidak hanya untukmu seorang..
Jangan biarkan diri kita menjadi besar kepala, atau merasa tersentuh saat kebaikan orang lain menyentuh hati kita. Belajarlah berfikir kearah positif agar bisa lebih menjaga diri dan menjaga orang lain dari prasangka atas mereka.
*kudoakan yang terbaik untukmu, saudaraku. agar tak ada lagi yang menyalahartikan kebaikanmu.. semoga kau bisa bersabar menjalani cobaan ini.
Semoga dimudahkan urusannya...
ReplyDeleteaamiin..
ReplyDeletehm...
ReplyDeletesemoga dimudahkan oleh Allah,
aamiin...
@omfriewan,ami
ReplyDeleteamiinn..
@rama..
makasiy ram..
semoga masalahnya cepat selesai ya :) Allah menyayanginya, makana Ia mengujina..
ReplyDeleteini tentang yg kemarin qt cerita2 di stasiun it ya nis?...
ReplyDeletejadi cewek jangan GRan gitu yah :D
ReplyDelete@mb mon..
ReplyDeleteamiin..
makasiy doanya mb..
@din
yup
@mb i
cowo maupun cewe jgn kegeeran..
jgn salah artikan perhatian seseorang kpd kita, terutama klu lawan jenis..
gt mb..