Sunday, September 5, 2010

fakta tentang kau, sobat

aku..
kuakui seringkali tak kugunakan pikiran ku untuk berpikir panjang terhadap sesuatu.
semuanya biasanya hanya pikiran-pikiran jangka pendek..

misalnya..

aku menulis karena aku ingin berlatih menulis.
lama-lama aku suka menulis, namun tak pernah berpikir untuk membuat tulisan yang "bermutu". hanya sekedar menulis.
kemudian aku mulai belajar menulis yang bermutu, meskipun belaum berhasil..

aku merantau karena ingin bebas.
lama-lama, aku belajar mandiri dari kebebasanku.
kemudian aku banyak belajar karena kesempatanku "melarikan diri"..

berbeda sekali dengan kau..

kau begitu visioner sejak awal..
kau begitu dewasa dimataku.. (meski aku belum mengenal sisimu yang lain)
kau dengan idealismemu sekan membukakan mataku, bahwa menjadi berbeda itu pilihan, dan kau sukses menjadi kau..

entahlah,
mungkin sejak setahun terakhir mengenalmu, terlalu dini kukatakan bahwa aku sahabatmu.
yah, karena aku belum mengenalmu utuh..
karena selama ini kau yang sering meminjamkan bahumu untuk ku..

kau tau,
meski kau selalu menginginkan memberi kebaikan tanpa dibalas
tp aku selalu merasa kau begitu asing..
kau begitu curang dengan posisimu..
karena kau tau aku apa adanya..
kau pahami semuanya padaku..
tp kau (lagi-lagi) begitu asing untuk ku..

karena yang kutahu
betapa duniamu tak terjamah olehku

entahlah,
apa aku masiy bisa memanggilmu dengan "sahabatku"?


13 comments:

  1. sebenernya nisa ga lagi bikin puisi, fil..
    ini apa yg pengen nisa sampaian ke "dya"
    *entah dya bakal baca atau enggak..

    ReplyDelete
  2. koq ga langsung dikasih ke 'dia' aja nis? :)

    ReplyDelete
  3. hehe....dua cermin yg dihadapkan...satunya jernih...satunya abu abu.C#

    ReplyDelete
  4. @defil
    nisa g cukup brani wt ngmg lgsg.
    jd nyampeinnya ky gni

    @papah
    nisa mauya cerminnya bening..
    bukanny sahabat itu saling percaya dan saling mnanggung beban yah?

    @mas mip
    ndak ko,mas mip. cm ngrasa blm bs jd sahabat yg baik aj..
    *krn blm bs dipercayai dya yg sering menutup diri..pdhal nisa cukup terbuka ma dya

    @mb vivi
    aku g bkn puisi ko mb..
    aku g bs n g suka puisi

    @allohcintaaku
    makasiy..

    *suka mpusnya yah?

    ReplyDelete
  5. sayangnya....terkadang kepercayaan itu dihancurkan menjadi berkeping keping...padahal itu tak terkira nilainya...itulah mahalnya sebuah kepercayaan.C#

    ReplyDelete
  6. kalo ga dikasih tau gmn dia bs tau? hahaa, maksa bgt nih :p

    smoga dia baca ya nis :) cmangaaatd..

    ReplyDelete
  7. @papah
    aku pengennya dya mulai belajar untuk membuka diri dan memberi kesempatan org lain wt dipercayai, pah..

    @defil..
    makasiy y..

    @mb i,
    hayo, ngerti apah?
    ^^

    ReplyDelete
  8. kadang, akupun merasa begitu... :(

    ReplyDelete