kuakui seringkali tak kugunakan pikiran ku untuk berpikir panjang terhadap sesuatu.
semuanya biasanya hanya pikiran-pikiran jangka pendek..
misalnya..
aku menulis karena aku ingin berlatih menulis.
lama-lama aku suka menulis, namun tak pernah berpikir untuk membuat tulisan yang "bermutu". hanya sekedar menulis.
kemudian aku mulai belajar menulis yang bermutu, meskipun belaum berhasil..
aku merantau karena ingin bebas.
lama-lama, aku belajar mandiri dari kebebasanku.
kemudian aku banyak belajar karena kesempatanku "melarikan diri"..
berbeda sekali dengan kau..
kau begitu visioner sejak awal..
kau begitu dewasa dimataku.. (meski aku belum mengenal sisimu yang lain)
kau dengan idealismemu sekan membukakan mataku, bahwa menjadi berbeda itu pilihan, dan kau sukses menjadi kau..
entahlah,
mungkin sejak setahun terakhir mengenalmu, terlalu dini kukatakan bahwa aku sahabatmu.
yah, karena aku belum mengenalmu utuh..
karena selama ini kau yang sering meminjamkan bahumu untuk ku..
kau tau,
meski kau selalu menginginkan memberi kebaikan tanpa dibalas
tp aku selalu merasa kau begitu asing..
kau begitu curang dengan posisimu..
karena kau tau aku apa adanya..
kau pahami semuanya padaku..
tp kau (lagi-lagi) begitu asing untuk ku..
karena yang kutahu
betapa duniamu tak terjamah olehku
entahlah,
apa aku masiy bisa memanggilmu dengan "sahabatku"?
nice poem :)
ReplyDeletesebenernya nisa ga lagi bikin puisi, fil..
ReplyDeleteini apa yg pengen nisa sampaian ke "dya"
*entah dya bakal baca atau enggak..
koq ga langsung dikasih ke 'dia' aja nis? :)
ReplyDeletehehe....dua cermin yg dihadapkan...satunya jernih...satunya abu abu.C#
ReplyDeleteTapi gk dikhianati kan nis?
ReplyDeleteKeren bgt puisinya,terharu..
ReplyDeleteLike this dah..: )
ReplyDelete@defil
ReplyDeletenisa g cukup brani wt ngmg lgsg.
jd nyampeinnya ky gni
@papah
nisa mauya cerminnya bening..
bukanny sahabat itu saling percaya dan saling mnanggung beban yah?
@mas mip
ndak ko,mas mip. cm ngrasa blm bs jd sahabat yg baik aj..
*krn blm bs dipercayai dya yg sering menutup diri..pdhal nisa cukup terbuka ma dya
@mb vivi
aku g bkn puisi ko mb..
aku g bs n g suka puisi
@allohcintaaku
makasiy..
*suka mpusnya yah?
sayangnya....terkadang kepercayaan itu dihancurkan menjadi berkeping keping...padahal itu tak terkira nilainya...itulah mahalnya sebuah kepercayaan.C#
ReplyDeletekalo ga dikasih tau gmn dia bs tau? hahaa, maksa bgt nih :p
ReplyDeletesmoga dia baca ya nis :) cmangaaatd..
wakatta n_n
ReplyDelete@papah
ReplyDeleteaku pengennya dya mulai belajar untuk membuka diri dan memberi kesempatan org lain wt dipercayai, pah..
@defil..
makasiy y..
@mb i,
hayo, ngerti apah?
^^
kadang, akupun merasa begitu... :(
ReplyDelete