kata orang, aku termaksud karakter yang pemilih. yah, sesuai dengan prinsip yang kujalani, aku akan memilih yang terbaik diantara yang terbaik. dengan memperhatikan prinsip ekonomi juga tentunya. kata orang, aku cenderung perfeksionis. aku akan memilih segala sesuatu yang mendekati sempurna. yah, karena aku ingin yang terbaik.
aku juga seseorang yang mandiri. kondisi ku memaksa diriku untuk menjadi seseorang yang harus mandiri. ketika orang lain tidak bisa mengikuti ritme kerjaku, maka aku akan memaksa dya secara tidak langsung untuk berlari mengejarku. jika tidak, maka akan ku kerjakan saja semuanya sendiri. bukan berarti aku tidak bisa bekerja dalam tim, tp aku benar2 membutuhkan tim yang kuat dalam bekerja. ini NGO bung, kalau ingin bersantai2, jadi pegawai sajah..
karakter2ku itu terbentuk ketika aku memasuki bangku kuliah. saat aku mulai merambah dunia bernama organisasi, dimana aku harus belajar dan bekerja untuk memberikan kemanfaatan untuk orang lain. dan aku pun ingin yang terbaik yang kuberikan untuk orang lain. waktu yang dimiliki pun hanya sedikit. sumber daya manusia yang terlibat pun terbatas, dana yang dimiliki amat kecil. maka aku beserta rekan2 lainnya harus bekerja ekstra, memutar otak dan memikirkan strategi untuk menjalankan roda organisasi kami dan tetap bisa memberikan yang terbaik untuk orang lain.
dan semua yang sudah kepelajari dan kudapat dari organisasi yang menjadikan aku sekarang, seorang wanita yang amat independen. dengan kemampuan yang kumiliki, aku berhasil bekerja dalam sebuah NGO terbaik sesuai dengan bidang yang kukuasai. dengan rekan2 mayoritas perempuan, orang2 terbaik. dengan gaji yang lumayan tinggi, yang bahkan lebih besar dari gaji ayahku sendiri.
usiaku mulai meninggalkan seperempat abad. saat beberapa oarang rekan seperjuanganku mulai memasuki fase hidupnya yang baru dengan berkeluarga. hey, perempuan mana yang tidak ingin menjadi seorang istri? aku pun mempunyai cita2 yang sama, menjadi istri yang sholihah, dan membangun keluarga kecil yang bahagia bersama pendamping hidup yang mempunyai visi yang sama dengan ku.
satu persatu tawaran itu datang. saat biodata pertama calon pendamping hidupku ada ditanganku. kubuka perlahan dan membaca dengan seksama. ah, rasanya tidak, masih belum tepat. maka kusampaikan dengan bahasa terbaik kepada guruku.
"maaf mb, sepertinya aku bukan calon yang tepat untuk orang ini."
sekilas, kata2ku memang terdengar menjatuhkan. seakan2 aku mematok kriteria tertinggi dan amat sempurna untuk calon pendampingku kelak. yah, memang aku perfeksionis. aku ingin yang terbaik. tp bukan itu alasannya. aku hanya takut tidak bisa menjadi istri yang berbakti. aku takut menjadi istri yang suamiku akan takut pada istrinya. aku butuh seorang imam, teman perjalanan mengarungi sisa kehidupan. yang bisa memimpinku dikala "kelemahanku" sedang naik.
aku sadar, sifatku yang pemilih, perfeksionis, mandiri, independen itu akan menjadi sebuah batu pengganjal terutama saat berproses mencari pendamping hidupku. aku sadari itu. dan aku tidak mau menjadi istri yang tidak berbakti.
tawaran lain datang kembali. kepada guruku, telah kuceritakan semua yang kutakuti, semua kelebihanku yang justru menjadi kelemahanku. diiringi dengan doa tentunya, semoga akan kutemukan pendamping hidupku yang tepat, yang tidak takut dengan semua kelebihanku, yang tetap bisa menjadi mam dan memimpin rumah tangga kami kelak.
tapi apa? satu per satu mereka mundur teratur. katanya, aku termaksud high quality akhwat, banyak calonku mulai mundur teratur dengan alasan yang relatif sama, mereka takut tidak bisa menjadi imam seorang wanita yang amat independen.
kuakui, hatiku sakit saat itu. tp kemudian aku mencoba membesarkan hati. mungkin Allah menginginkan agar aku mendapatkan calon pendamping hidup yang tepat. mungkin saat ini memang belum tepat. dan aku tak ingin larut dalam kesedihanku. aku tidak akan henti dan bosan berdoa, semoga Allah menunjukkan jalan yang terbaik untukku..
_kupanjatkan doa selalu, kepada semua "high quality akhwat" yang masih mencari pelengkap hidupnya. semoga Allah memberikan yang terbaik, aku amat yakin itu_
wakatta
ReplyDeleteapa yang mb ii ngerti?
ReplyDelete^^
the subject ;D
ReplyDeletehehehe...
ReplyDeletesengaja kuposting tertentu...
semoga bisa belajar darinya..
baru sadar kalo selected kontak
ReplyDeleteyup
arigatou nisa-kun :p
ur wolcome onee-chan...
ReplyDelete*ga mau sampe dya baca...
Aamiinn...
ReplyDeleteMerinding aku bacanya nis...
hm...hm....
ReplyDelete@dina...
ReplyDeleteaku sebenernya butuh tanggapan dr kisah ini din..
@kelik..
tanggapan lik, tanggapan..
*walopun pernah kubahas sebelumnya
okeehhh... aku kasiihh tanggapan...
ReplyDeletesebelumnya mau tanya dulu... sebelum nisa nolak ikhwan itu,, sebelumnya udah istikharah blum?... atau langsung nolak gitu ajaa?...
dina...
ReplyDeletepertama2 ini bukan ttg aku...
kta akhwatnya siy, ud istikhoroh...
trs sadar diri ajah dengan kekurangannya makanya stop ke proses selanjutnya
ohhh... aku kira ini tentang nisa...
ReplyDeletemenurut yang aku tau,, kalo tentang jodoh... memang sebaiknya dicari yang sekufu. Kalo memang menurut akhwat itu,, calon yang disodorkan kepadanya memang ternyata "tidak sebanding" insya ALLAH akan ada yang lain...
Wallahu'alam... aku juga masih belajar...
oiya... tapi... tapi... kenapa akhwat itu merasa kalo dia ga "sebanding" atau ga PD untuk bisa mendampingi ikhwan itu?...
ReplyDeletememang parameternya apa nis?...
klu masalah skufu,insya4w1 din.
ReplyDeleteakhwat ini mnyadari kekurangan yg dmiliki.dan takut akan mdholimi suaminy kelak.
gt siy pngakuanny