Friday, July 30, 2010

Pelajaran dari Q.S Maryam : 12-15

jalsah ruhiyah kemaren sore mambahas tafsir Q.s Maryam 12-15. materi yg cukup pas guna menyambut Ramadhan..

keempat ayat ini memceritakan nasehat nabi Zakaria kepada anaknya, Nabi yahya dalam hal kedekatan dengan Al Qur'an.

pada Ayat 12 dpt diambil : Berpeganglah kepada Al Qur'an secara Quwwah ( sungguh2 yang disertai dengan tekad yang kuat). dari ayat ini menjadikan inspirasi agar ramashan dijadikan sebagai madrasah Qur'ani dan agar qt selalu menjadikan Al Qur'an sebagai rujukan, mengembalikan Al Qur'an sebagai solusi setiap permasalahan kehidupan. nasehat ini diberikan nabi Zakaria pada yahya saat Yahya masiy kecil. *nasehat wat panda bunda, agar selalu mendekatkan Al Qur'an kepada nanda sejak kecil, yah.. ^^v

kenapa qt harus memegang Al Qur'an secara Quwwah?
*jawabannya ada di ayat selanjutnya..

1. kamu akan mendapati dirimu memproleh hikmah yang besar ddalam Al Qur'an

Al Qur'an mengajarkan qt solusi, yaitu sabar dan sholat. dan jika Allah berkehendak maka kita ga hanya memperoleh ilmu, tp juga hikmah yang besar.

Hikmah.. ada yang bilang merupakan ilmu yang terseimpan dalam jiwa seorang mukmin yang masa expirednya tak terbatas (limitnya tak terhingga).. hikmah merupakan barang yg hilang dari seorang mukmin. bagaikan mutiara yang berserakan,, maka qt harus pintar2 mengambil hikmah.

2. kamu akan mendapati dirimu berhati lembut (wa hanaanan milladuna : hati yang mudah tersentuh oleh kebaikan dan kebenaran)

yah, dengan berinteraksi dengan Al Qur'an, maka akan membuat hati kita menjadi lembut, mudah tersentuh oleh kebaikan dan kebenaran.
shahabat Umar bin Khatab yang terkenal keras dan tegas sajah tersentuh hatinya lewat lantunan ayat suci al Qur'an oleh adiknya sehingga masuk Islam..

3. kita akan mendapati diri kita bersih dari dosa (wa zakka)

bersih dari dosa bukan berarti tidak berdosa. az zakka disini berarti orang yang merindukan maghfiroh. orang2 yang bersegera menjemput ampunan setelah melakukan kesalahan / dosa.

4. menjadikan diri menjadi pribadi taqwa.

taqwa : hidup yang berhati2 (wakaana taqiyya).

2/3 isi Qur'an adalah kisah orang2 terdahulu, maka ga mungkin bgt orang yng dekat dengan Al Qur'an tidak berhati2, karena sudah banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah orang2 terdahulu. maka jadilah pribadi taqwa, yg meneladani dan mengambil pelajaran dari kisah orang2 terdahulu.

5. menjadikan pribadi kita pribadi yang berbakti kepada ibu dan bapak.

dekatkanlah diri kepada Al Qur'an. maka kita akan semakin berbakti kepada Orang tua kita (jadi inget nasehat lukman kepada anaknya). birrul walidain.. dan merugilah orang yang bertemu dengan ibu bapaknya, namun kedekatannya tidak mendekatkan dirinya dan kedua orang tuanya kepada kecintaan Allah SWT.

6. dijauhkan dari maksiat (wa lam yakun jabbar)

kesombongan : awal mula mala petaka permasalahan manusia. klu dekat dengan Al Qur'an, maka ga mungkin sombong, karena semakin menyadari seberapa kecilnya diri kita..

7. dipalingkan dari maksiat

ketika kita dekat dengan Al Qur'an, maka ita akan dipalingkan dari maksiat. ada kekuatan Allah yang Maha besar yang atas kehendakNya, qt jadi terhindar dari maksiat.

dan ditutup dengan ayat terakhir..

"ketika dekat dengan Al Qur'an, maka Allah akan memberikan kesejahteraan kepada mu dari mulai kamu lahir, saat kematian datang, dan saat berbangkit (kesejahteraan sepanjang hidup, kematian yang indah, dan kemudahan berbangkit).


_disampaikan oleh bu Wulan pada jalsah Qur'an senin 26 juli 2010 di masjid Darul Hikmah, Tembalang_


7 comments:

  1. Afwan setau ana ayat 12 itu yang dimaksud adalah dalam kitab Taurat (kitab terdahulu) mungkin relevansinya pada saat ini adalah Al-Qur'an... afwan khawatir ada yang kurang tepat memahaminya nanti jika langsung dikatakan Al-Qur'an padahal disitu tafsirnya Taurat... jazakillah khairan katsiran sharenya... ^____^

    ReplyDelete
  2. @fm cute
    hmm, emang dituliskan adalah taurat, tp direlevansikan dengan alqur'an.. (al qur'an sebagai kitab yang menyempurnakan taurat)
    gt siy yang nisa tangkep. wallohu'alam

    @dina ma mb mona..
    sama2, waiyyakum..
    ^^

    ReplyDelete
  3. betul nisa...subhanalloh itu betul, tapi alangkah lebih baiknya kita tuliskan dulu terjemahan aslinya.... kemudian terjemahan setelah direlevansikan ... :-)

    ReplyDelete