Thursday, January 21, 2010

Jangan Bersedih, ibu... jangan menangis, kumohon...

sore ini nisa dpt tlp dr rumah, rupanya ibu yang telpon.suara ibu agak beda. terdengar lebih berat dan ada nada kesedihan didalamnya. aku merasakannya, aku bisa merasakannya hanya dengan mendengarnya.

rupanya, seperti dugaan nisa sebelumnya, permasalahan itu yang membuatnya bersedih.awalnya, seperti biasa ibu menanyakan kabarku. nisa pun menjawab seperti biasa, disertai sebuah permohonan doa agar diberikan kelancaran. kemudian mulailah ibu bercerita tentang permasalahan itu. dan aku pun hanya bisa mendengarkan dgn seksama. sungguh, baru kali ini ibu bercerita dgn sedihnya. baru kali ini sebuah kekhawatiran dan kesedihan beliau tampakkan kepadaku.

jika dilihat dimasa lalu, nisa dan ibu termaksud jenis orang tak mempunyai gengsi yang tinggi. kami satu sama lain tak akan menampakkan kerinduan, kesedihan satu sama lain. hanya kabar gembira dan permintaan doa yang ku sampaikan padanya.

sungguh, baru kali ini aku mendengarnya bersedih. permasalahan ini rupanya sangat mengganggunya. bahkan aku mendengar ibu menangis ketika mendengar permasalahan itu disampaikan kepadanya. aku sangat terkejut. sudah lama tak kuketahui ibu akan menangis, dan sejak kejadian terakhir beberapa belas tahun yang lalu, aku pun bertekad tak kan membuatnya menangis.

dan permasalahan ini membuatnya menangis..

aku tak kuasa menahan jatuhnya air mata. kumohon ibu, jangan menangis lagi...
akan ku lakukan usaha sekuat nisa untuk menyelesaikan masalah ini...

sungguh ibu, aku tak ingin kau menangis..

biar aku saja yang menganggung masalah ini. biar aku saja yg menyelesaikan masalah ini. biar aku saja yg tau masalah ini...
karena aku tak ingin membuatmu menangis, ibu...

y Allah, nisa bukan anak yang berbakti. aku tak bisa menjaga jatuhnya airmata ibu ku, y Allah... Engkaulah pelindungku, aku bukan apa2.. karena tak ada daya dan kekuatan selain kekuatan Mu ya, Robb... karena Kau lah sebaik2 penolong dan pemberi solusi. izinkan aku untuk menyelesaikan masalah ini, bantu aku y Robb..

pintaku selalu, jangan biarkan ibu ku menangis..


*diiringi lagu "cinta untuk mama" dan tak kuasa ku menahan jatuhnya butir2 air mata ini...
jangan menangis lagi, ibu...
alqossam, 20 januari 2010

8 comments: