Monday, January 25, 2010

Belajar dari penciptaan Adam As

tadi sore nisa baru dari duroh Qur'an, yg ngisi bu Wulan. mantabs bgt tu ummahat klu ngisi materi, kga ada lidah yg keseleo ataupun kehabisan kosa kata. dan semnagt beliau dalam nyampein materi bener2 dahsyat...

materi kali ini bertemakan "belajar dari Penciptaan Nabi Adam As"

sesungguhnya manusia diciptakan Allah mempunyai visi dan misi, yaitu menjadi seorang hamba (abid). fungsi penghambaan ini terdapat dalam surat Adz Dzariyat ayat 56. dan dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa fungsi penghambaan g hanya berlaku wat manusia ajah, tapi jg jin.

malaikat pun bertanya kepada Allah,"ya Allah mengapa engkau menciptakan manusia?". sesuatu yg menurut malaikat g ada bedanya dgn menciptakan jin. dengan tabiat manusia yg sama dgn jin, yaitu senang nenumpakkan darah dan berbuat kerusakan.

namun Allah sebaik-baik pencipta dan pembuat rencana. ada hak istimewa yg Allah berikan kepada manusia, yaitu menjadi khalifah di bumi. khalifah disini berarti pengelola. dan pengelolaan dilakukan dengan perangkat Ad Dien..

Ada beberapa karakteristik atau potensi sifat manusia berdasarkan Nabi Adam AS"

1. At tafqir wa ta'alun (mampu berpikir dan melakukan pembelajaran)
berdasarkan surat Al Baqoroh ayat 31-33 (bisa liat mushafnya..^^berasa lg kajian ajah..).

potensi yg pertama yg merupakan fitrah manusia ini mungkin yg paling sering dilupakan. bahwa setiap diri kita sudah dibekali kemampuan untuk berpikir dan melakukan pembelajaran.

klu seorang melati di buku Moga Bunda disayang Allah karangan Tere Lite ajah mampu belajar dengan segala keterbatasannya, apalagi kita yg lengkap. ditambah lagi kita diberikan akal untuk berpikir, sesuatu yg membedakan kita dengan makhlik Allah yg lain.

maka kita harus bisa menjadi seorang perenung, pemikir dan pembelajar yg hebat.

setiap hikmah sebagai mutiara yg tercecer harus bisa kita ambil. dan merupakan kesalahan fatal ketika kita beranggapan bahwa hikmah itu diakhir peristiwa. bukan kah setiap peristiwa merupakan hal yg terjadi secara berulang2 dan telah dicontohkan oleh orang2 sebelum kita? dan ini akan terlihat bagi orang2 yg berpikir. makanya, seorang muslim yg muslih itu harus bisa menempatkan hikmah itu didepan, sehingga dapat menjadi bekalan dalam kita melangkah.

2. An Nisyan wa dhoif (pelupa dan lemah)
dasarnya surat Thoha ayat 115.

g bisa dipungkiri, manusia itu tempatnya lupa dan lemah. namun lupa dan lemah itu juga merupakan rahmat dari Allah. dengan lupa maka kita tidak akan berlarut2 dan terbebani oleh permasalahan yg ada. dengan kelemahan maka kita akan semakin sadar bahwa kita selalu mebutuhkan tempat untu bergantung, tempat bersandar dan meminta tolong. dan Allah lah sebaik2 Penolong dan tempat bersandar satu2nya..

dengan tidak mnyadari kelemahan diri kita sehingga kita menjadi sombong, maka sempurnalah kelemahan kita dihadapan Allah. maka lupa dan lemah merupakan bentuk waning Allah kepada kita.

3. At Takrim lahu fizatihi (mulia dan dimuliakan)
dasarnya di surat Al Baqoroh ayat 34

sesungguhnya manusia itu amat mulia disis Allah. maka apa hak kita untuk menghina diri? seringkali tanpa kita sadar kita menghina sesuatu bahkan mengina diri. padaha manusia merupakan ciptaan Allah yg paling sempurna, dan betapa Allah amat memuliakan manusia. sering men-dudul-i diri, atau menyebut lola laptop kita.

dalam suatu riwayat diceritakan seorang wanita yg berniaga dgn barang yg banyak sekali yg ditaruh diatas ontanya yg tua. dengan membawa beban sebanyak itu, snag onta pun berjalan dgn lambat. kemudian wanita tadi berkata, menghinakan onta dan mengeluhkan kelambanan onta bergerak, dan tuanya onta tersebut. kemudian Rosulullah berkata kepada wanita itu, "telah habislah kewajiban onta tersebut. bahwa tiada berhak kamu mengambil lagi sedikitpun jasa dari onta tersebut. maka perkataanmu telah membebaskan onta dari segala jenis kewajibannya kepada mu"

*bu wulan sempet ngeguyon jg, "sepertinya saya harus mulai ngelist daftar akhwat2 yg mulai
harus membebaskan laptopnya karena sring dhina, hehehe...dan makin mak jleb ajah wt nisa krn sering men-dudul-i diri sendiri, org lain ma semuanya deh...

4. al i'tinnas (kecenderungan berkumpul dgn orang lain dan berjiwa sosial)
udah fitrah, bahwa manusia itu suka berkumpul dgn orang lain, walopun dya se introvert

apapun. kecenderungannya saling membutuhkan satu sama lain. termaksud kecenderungan berjiwa sosial. hal ini melatih kita untu k berempati dengan orang lain. khoirunnas anfa'uhum linnas. sebaik2 manusia adalah yg paling bermanfaat wat orang lain..

makanya, menyalahi fitrah tuh klu kita suka menyendiri dan g peka dengan lingkungan sekitar.. ikut bahagia ketika orang lain bahagia dan ikut sedih saat orang lain berduka.

so, penciptaan Adam As kemuka bumi bukanlah hal yg sia2, bukan...

5 comments: