Israel Kembali Mulai Serang Gaza
Kamis, 19/11/2009 23:41 WIB
KNRP - Pesawat Israel menyerang sebuah fasilitas manufaktur senjata dan dua terowongan penyelundupan di Jalur Gaza selatan pada hari Kamis (19/11). Serangan ini dilakukan Istrael dengan dalih sebagai balasan atas serangan roket yang baru-baru ini jatuh di Israel, demikian menurut laporan militer Israel. Namun demikian pihak pejabat keamanan Palestina mengklaim tidak ada korban jiwa maupun yang cedera dalam insiden penyerangan tersebut.
Israel berperang melawan militan Hamas di Gaza yang selama musim dingin lalu menguasai wilayah tersebut untuk meredam delapan tahun diluncurkannya roket dan mortir yang meneror Israel selatan serta menewaskan 18 warga sipil.
Namun dilain pihak perlu diingat bahwa Lebih dari 1.400 warga Palestina terbunuh dalam perang 22 hari yang membuat seluruh mata dunia tertuju pada pembantaian massal yang berakhir pada 18 Januari setelah serangan dari Israel menurun tajam. Menurut perhitungan militer,
270 roket dan mortir telah ditembakkan ke Israel sejak tiga minggu pecahnya pertempuran tersebut. Hal ini ingin dibandingkan oleh Israel dengan yang selama perang 22 hari itu telah memakan korban luka dan tewas sebanyak 3.300 jiwa warga Palestina.
Di lain pihak Israel mengatakan senjata-senjata dan pembuatan komponen masih terus diselundupkan para militan Palestina melalui terowongan di bawah perbatasan Gaza dengan Mesir. Dan penembakan sporadis masih sering terjadi, termasuk serangan roket pada hari Rabu (18/11) lalu meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.
Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia akan menanggapi setiap upaya untuk mengganggu ketenangan masyarakat Israel di bagian selatan negara Zionis tersebut dengan berbagai cara. Sayangnya Israel seperti lupa dengan teror yang sering mereka lakukan terhadap warga Palestina melalui blokade berkepanjangan atas tanah Gaza serta penggusuran massal perumahan milik warga Palestina di Yerusalem. (mirzah/pnn)
http://www.knrp.or.id/berita/aktual/israel-serang-gaza.htm
No comments:
Post a Comment