Ada sebuah catatan disebuah media soscom ternama saat niy, yg begitu qt membacanya maka akan terasa sampai ke lubuk hati yg paling dalam.
Dari Judulnya aj, "Kala Cinta Menggoda".
Berikut ini adalah sedikit tulisan yg terdapat dalam catatan tersebut :
"Inikah potret ikhwah sekarang?
Ketika masalah hati berbicara, akankah nilai-nilai yang selama ini dipegang teguh kan hilang?
Sungguh, betapa sedih hati saya melihat seringnya fenomena ini terjadi di kalangan ikhwah. Mengapa engkau para ikhwan kerap tidak sadar kala jempol kalian menari diatas tuts-tuts handphone kalian lantaran terbawa perasaan? Mengapa engkau para akhwat kerap tidak sadar ketika kehormatanmu engkau pertaruhkan lantaran terbawa sihir asmara yang terkirim lewat sms-sms itu?
Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup mata, telinga, dan mulut para saudara dan saudariku.
Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup mata mereka, sehingga meski seburuk apapun rupa pujaan hati mereka, si pujaan hati kan terlihat yang paling keren sedunia. Meski seburuk apapun citranya di mata orang lain, si pujaan hati kan tetap terlihat sebagai orang paling baik dan sempurna di dunia.
Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup telinga mereka, sehingga meski seburuk apapun omongan orang terhadap si pujaan hati, ia kan tetap terjaga citranya dalam otak si pecinta. Meski sekasar apapun kata yang dikeluarkan, si pujaan hati kan tetap terjaga namanya dalam otak si pecinta. Meski sebanyak apapun nasihat yang dikeluarkan orang-orang yang berusaha menjaga si pecinta, telinganya tidak akan menangkap sepatah kata pun yang diberikan.
Duh cinta, kala virusmu menyerang. Kau tutup mulut mereka, sehingga mulut itu akan tetap bungkam manakala mulai muncul ketidaknyamanan dalam interaksi keduanya.
Dulu saya pernah berpikir bahwa para aktivis dakwah kampus adalah orang-orang “langitan” yang selalu akan patuh pada setiap perintah Allah SWT dan menjauhi setiap larangan-Nya. Seiring dengan waktu, saya mendapati kenyataan bahwa para ikhwah ini hanyalah manusia biasa saja dengan segala kekurangan yang kerap ada pada manusia pada umumnya. Sungguh saya kini menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang sama dengan segala problematika pribadinya, pun dalam hal percintaannya. Tak peduli dengan tingginya jabatan, pangkat, amanah atau apapun yang tengah diemban masing-masing ikhwah ini.
Mungkin semua orang sudah tahu bahwa para orang-orang “langitan” ini adalah orang-orang yang menghindari benar suatu kondisi hubungan yang kerap diistilahkan sebagai pacaran. Sampai-sampai ada lagu yang tercipta dengan lirik “…daripada kita pacaran, lebih baik sholawatan”. Dalam konsepsi ideal yang dimiliki para ikhwah, satu-satunya hubungan percintaan yang dihalalkan adalah hubungan yang terbina dalam suatu ikatan pernikahan yang diraih dengan suatu proses bernama ta’aruf. Namun ternyata oh ternyata, kejadian demi kejadian yang telah disebut di awal terus saja terjadi, tak peduli setinggi apapun jabatan yang tengah diemban, tak peduli penilaian orang lain tentang dalamnya pemahaman yang bersangkutan terhadap masalah ummat, dan sebagainya.
Kalian yang anti pacaran, tapi kalian justru mempraktikkan esensi pacaran itu sendiri, atau bahkan lebih buruk lagi. Kalian mempraktikkan suatu hubungan yang sering disebut para remaja sebagai hubungan tanpa status (HTS).
Kini haruskah kondisi ini dibiarkan? "
Jadi kesindir bgt, karena secara sadar maupun tidak, kadang qt merupakan salah satu pelakunya, salah satu oknum yg membuat dkwah itu roboh. Ya, qt sendirilah yg telah merobohkan bangunan besar ini.
_Al Qossam, 2 Oktober 2009 pukul 20.37, ditemani berita Gempa Sumatra. Mengingatkan diri sendiri, yg seringkali qt khilaf dan berada dalam situasi seperti ini_
hati2 degradasi tarbiyah semakin menjadi2 di zaman ini,,
ReplyDeletejaga hati, jaga pandangan, jaga izzah, jaga istri :p
untuk semua yg mengaku IKHWAH! Jangan pernah kau nodai DAKWAH ini dgn sifat2 KESETANANMU!!!
-Aray AlQassam-
Alhamdulillah..pria/laki laki ga disebut kan.jadi ga ikut ikut..*lempar batu sembunyi tangan..C#
ReplyDelete@fatah...
ReplyDeletedenial y?
Haha..apa it denial?denias sy tahu..C#
ReplyDeletepengingkaran...
ReplyDeletefatah niy sukanya nonton pelm....
Haha..ga ngingkar..saya kan penjahat..kekeke..C#
ReplyDeletekeliatan ko, roman2 penjahatnya terbaca...
ReplyDeleteZaman2 kampus mah banyak godaannya...
ReplyDelete@yusufalbahi :
ReplyDeletebener banget akh. . . :D